Semarakkan HUT ke-74 RI, BCA Gandeng BOS Lepasliarkan Orangutan

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Semarakkan HUT ke-74 RI, BCA Gandeng BOS Lepasliarkan Orangutan

Semarakkan HUT ke-74 RI, BCA Gandeng BOS Lepasliarkan Orangutan

KEPONEWS.COM - Semarakkan HUT ke-74 RI, BCA Gandeng BOS Lepasliarkan Orangutan KALIMANTAN TIMUR PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggandeng Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS) melanjutkan misi besar #OrangutanFreedom dengan melakukan pelepasliaran orangutan yang telah...
Loading...

KALIMANTAN TIMUR PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menggandeng Yayasan Penyelamatan Orangutan Borneo (BOS) melanjutkan misi besar #OrangutanFreedom dengan melakukan pelepasliaran orangutan yang telah menyelesaikan masa rehabilitasi mereka di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS Samboja Lestari.

ist

Kegiatan ini digelar untuk menyemarakkan Hari Kemerdekaan ke-74 Republik Indonesia dan Orangutan International Day yang jatuh pada tanggal 19 Agustus.

Muncul dalam acara pelepasliaran orangutan, Kepala Kantor Cabang Utama (KCU) BCA Balikpapan Eduard Hans Winarko, Kepala Pendukung Operasi Wilayah XI BCA Jedida Lauw, didampingi Direktur PT RHOI Aldrianto dan Program Manajer Samboja Lestari Agus Irwanto, Kalimantan Timur, Senin (26/8/2019).

Pada kesempatan terpisah, Kepala Kantor Wilayah XI BCA Mingto Purba mengatakan bahwa orangutan memainkan peran penting dalam penyebaran benih dan dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan yang penting bagi manusia dan sejumlah hewan lain.

Dengan melestarikan tempat asal orangutan, spesies lain yang menghuni tempat asli yang sama dan komunitas lokal mendapat manfaat dari konservasi tersebut.

Konservasi tempat asli orangutan terus kami lakukan secara konsisten dalam rangka menjaga keseimbangan mata rantai ekosistem flora dan fauna di lingkungan tersebut sekaligus memberikan nilai tambah dan manfaat yang berkesinambungan bagi ruang hidup masyarakat lokal yang mendiami area tersebut. Semenjak tahun 2012, BCA menyokong kegiatan kepedulian terhadap pelestarian salah satu tempat asal satwa yang dilindungi ini, ujar Mingto Purba.

Mingto Purba memaparkan, BCA dan Yayasan BOS kembali melakukan pelepasliaran orangutan ke Hutan Kehje Sewen, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Hingga tengah tahun 2019, Yayasan BOS telah melepasliarkan orangutan yang keempat kalinya semenjak akhir Juni 2019 lalu. Kali ini, pihaknya akan melepasliarkan sebanyak empat orangutan hasil proses rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Orangutan Yayasan BOS Samboja Lestari.

Tahun 2019, BCA menyalurkan donasi hampir Rp350 juta untuk memberikan dukungan pelepasliaran orangutan, penyadartahuan kepada masyarakat melalui Program Orangutan Goes To School serta program Public Awareness & Publicity melalui pencetakan Kartu Flazz Design Khusus dan juga dukungan penayangan video mengenai konservasi orangutan dalam Big Screen yang terdapat di area Jakarta sepanjang minggu menyambut Hari Orangutan International.

Kontribusi BCA terhadap pelestarian orangutan dilakukan dengan cara edukatif. Pada Kamis-Sabtu (22-24/08) lalu, BCA bersama Yayasan BOS juga memberikan Edukasi Konservasi Orangutan yang dikenal dengan Program Orangutan Goes To School (OGTS) kepada lebih dari 450 siswa di 3 sekolah yaitu SMA Negeri 1, SMK N 1, dan SMK Utama Al Jabarnur Samboja.

Edukasi tersebut diperkuat dengan kegiatan literasi keuangan. Program Financial Literacy ini dijalankan sebagai wujud atas visi literasi keuangan di dalam Cetak Biru Taktik Nasional Literasi Keuangan Indonesia, yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang mempunyai tingkat literasi keuangan yang tinggi (well literate) sehingga masyarakat dapat mempunyai kemampuan atau keyakinan untuk memilih dan memanfaatkan produk dan jasa keuangan guna meningkatkan kesejahteraan. Sasaran pelaksanaan OGTS tahun 2019 ini dilaksanakan di 15 sekolah yang berada di Samboja dan Palangkaraya.

Menurut Mingto Purba, pihaknya menyadari bahwa satwa liar seperti orangutan selayaknya hidup bebas di tempat asal alaminya, mengingat orangutan merupakan mamalia pemanjat pohon terbesar di dunia.

Ke depannya, kami terus berupaya untuk memberikan edukasi dan penyadartahuan sehingga masyarakat luas dapat turut berpartisipasi dan mewujudkan pelestarian lingkungan hidup yang berkelanjutan, tutupnya.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam Taktik dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Orang utan Indonesia 2019-2029, saat ini Indonesia menjadi rumah bagi setidaknya 60 ribu individu orang utan. Berdasarkan data Forum Orangutan Indonesia (Forina), total tempat asal orangutan di Kalimantan (Pongo pygmaeus) diperkirakan tinggal 57.000 ekor, sementara di Sumatera (Pongo abelii) hanya sekitar 14.000.

Current Biology melansir, hampir 150.000 orangutan punah di Kalimantan dalam kurun waktu 16 tahun. Peneliti mengungkapkan populasi satwa yang terancam punah menyusut 50% hingga 2015 silam. Selain itu, populasi satwa terancam punah diperkirakan akan menyusut sebanyak 45.000 ekor pada 2050. Deforestasi dan lenyapnya tempat asal hanya salah satu penyebab anjloknya populasi orangutan. (ADV)

(fmi)

Loading...

Comments