Selain Gunung Taal, 3 Erupsi Ini Juga Disertai Petir Vulkanik

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Selain Gunung Taal, 3 Erupsi Ini Juga Disertai Petir Vulkanik

Selain Gunung Taal, 3 Erupsi Ini Juga Disertai Petir Vulkanik

KEPONEWS.COM - Selain Gunung Taal, 3 Erupsi Ini Juga Disertai Petir Vulkanik Erupsi Gunung Taal. (youtube/FOBOS PLANET) Meletusnya Gunung Taal di Filipina pada Senin (13/1/2020) lalu cukup menggegerkan dunia. Erupsi gunung api ini disertai petir vulkanik yang menakutkan. Dala...
Loading...

Erupsi Gunung Taal. (youtube/FOBOS PLANET)

Meletusnya Gunung Taal di Filipina pada Senin (13/1/2020) lalu cukup menggegerkan dunia. Erupsi gunung api ini disertai petir vulkanik yang menakutkan. Dalam sejarah, Gunung Taal bukan yang pertama meletus dengan fenomena ini.

Erupsi Gunung Taal yang terjadi baru-baru ini membuat gunung tersebut memuntahkan abu dan asap yang diselingi petir. Menakutkan, netizen menyebut fenomena ini sebagai 'kiamat kecil'.

Secara ilmu pengetahuan, erupsi Gunung Taal dengan kilatan petir ini disebut sebagai peristiwa petir vulkanik atau volcanic lightning.

Hal ini merupakan reaksi alamiah yang biasanya ditimbulkan saat gunung api mengalami erupsi. BMKG memaparkan bahwa fenomena ini diakibatkan oleh awan kepulan uap air, debu, dan partikel vulkanik yang menyembur ke angkasa secara masif.

Awan penguapan ini berasal dari pemanasan air permukaan oleh sinar matahari yang kemudian membuat awan yang menampung banyak partikel uap air serta upstream yang ditimbulkan oleh arus konveksi ke atas.

Gunung Api Taal saat erupsi dan mengeluarkan debu dan kolom asap hingga 15 kilometer. (YouTube/ FOBOS PLANET)Gunung Api Taal saat erupsi dan mengeluarkan debu dan kolom asap hingga 15 kilometer. (YouTube/ FOBOS PLANET)

Uap air ini lalu berubah menjadi butiran es yang diakibatkan tingginya tekanan serta rendahnya temperatur. Saat jatuh kembali, pertemuan antara butiran es dan molekul di awan lalu terjadi dan menyebabkan terlepasnya elektron pemisahan muatan.

Butiran es yang jatuh lalu membentuk polarisasi negatif di bagian bawah, elektron yang berada di bagian atas kemudian membentuk polarisasi positif. Sedangkan bagian bawah yang dekat dengan tanah menimbulkan muatan negatif.

Muatan negatif ini menginduksi tanah yang netral untuk membentuk polarisasi positif. Perbedaan muatan ini yang lalu menghasilkan medan listrik dengan beda tegangan hingga 100 juta volt.

Selain terjadi di Filipina, petir vulkanik pernah terjadi saat letusan Gunung Calbuco di Chilli pada Rabu (22/4/2015) lalu.

Gunung Calbuco. (youtube/Rodrigo Barrera)Gunung Calbuco. (youtube/Rodrigo Barrera)

Tidak hanya Gunung Calbuco, fenomena yang sama terjadi juga saat Gunung Anak Krakatau meletus dan mengakibatkan munculnya petir yang saling menyambar.

Gunung Anak Krakatau. (youtube/photovolcanica)Gunung Anak Krakatau. (youtube/photovolcanica)

Pada letusan Gunung Kelud, fenomena petir vulkanik juga sempat terjadi dan membuat banyak orang ketakutan. Saat terjadi, petir vulkanik juga mengakibatkan terjadinya geledek dahsyat tanda gunung tersebut sedang mengamuk.

Umumnya, fenomena petir vulkanik ini memang wajar terjadi. Hingga kini penyebab munculnya petir vulkanik memang masih menimbulkan perdebatan serius di kalangan para ilmuwan.

Comments