Selain COVID-19, Di Rumah Saja Juga Lindungi Diri dari DBD

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Selain COVID-19, Di Rumah Saja Juga Lindungi Diri dari DBD

Selain COVID-19, Di Rumah Saja Juga Lindungi Diri dari DBD

KEPONEWS.COM - Selain COVID-19, Di Rumah Saja Juga Lindungi Diri dari DBD Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, kita tidak boleh mengabaikan hingga lupa ancaman penyakit lainnya yang juga mematikan, demam berdarah. Dari data per 29 Maret 2020, tercata kasus demam berdarah de...

Di tengah pandemi COVID-19 saat ini, kita tidak boleh mengabaikan hingga lupa ancaman penyakit lainnya yang juga mematikan, demam berdarah.

Dari data per 29 Maret 2020, tercata kasus demam berdarah dengue (DBD) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masih tinggi. Hingga kini tercatat warga terserang DBD mencapai 4.357 orang, dari jumlah ini 48 orang di antaranya meninggal dunia.

Tak bisa dianggap remeh, inilah kenapa kita tak boleh melupakan bahwa DBD juga tengah mengintai masyarakat Indonesia. Juru Bicara Penanganan COVID-19, dr. Achmad Yurianto mengingatkan, semenjak awal bulan April Indonesia memasuki pancaroba yang biasanya banyak kasus DBD.

Perlu saya ingatkan pada pancaroba bulan April-Mei, tingkat kasus DBD meningkat. Jangan sampai ini memperburuk pandemi COVID-19, lakukan pembersihan sarang nyamuk, waktu kita (sekarang) banyak di rumah, ujar Yuri belum lama ini.

Bahkan Yuri menegaskan, aturan pemerintah untuk tetap berada di rumah masing-masing, melakukan isolasi mandiri dengan bekerja, belajar, dan beribadah di rumah bukan hanya sebagai upaya untuk melindungi diri dan keluarga dari paparan virus corona.

Jubir Pemerintah dalam Penanganan Covid-19

Tapi di sisi lain juga sekaligus jadi upaya untuk melindungi diri dan keluarga dari serangan penyakit demam berdarah. Oleh karenanya, Yuri berulang kali mengingatkan pada masyarakat untuk tetap di rumah, tidak berpergian bila tidak darurat dan pastinya tidak mudik ke kampung halaman.

Jaga kesehatan diri, salah satunya berantas sarang nyamuk. Periode masa pancaroba secara klasik disertai kasus DBD. Kita harus sadar bahwa DBD dan COVID-19 ini sangat rawan terjadi dan punya angka kematian tinggi. Oleh karena itu, lebih baik di rumah. Tidak melakukan perjalanan apapun, bukan hanya tidak ke kampung halaman tapi juga berkunjung ke rumah saudara dan handai taulan. Komunikasi cukup pakai alat komunikasi saja, tegas Yuri lagi, saat konferensi pers daring, Update COVID-19 , Selasa (7/4/2020) di Gedung BNPB, Jakarta.

Mengingat masih begitu banyak orang yang sakit dan mempunyai virus tapi tidak merasa sakit dan tetap berada di tengah-tengah masyarakat. Inilah kenapa setiap orang, harus patuh dan disiplin.

Disiplin dan patuh memakai masker, disiplin dan patuh rajin mencuci tangan minimal 20 detik pakai air dan sabun, disiplin dan patuh menjaga jarak, dan disiplin dan patuh untuk tetap berada di dalam rumah masing-masing.

(hel)

Comments