Sejarah Tari Ronggeng Bugis, Alat Mata-matai Kerajaan Pajajaran

Fact & History

Fun / Fact & History

Sejarah Tari Ronggeng Bugis, Alat Mata-matai Kerajaan Pajajaran

Sejarah Tari Ronggeng Bugis, Alat Mata-matai Kerajaan Pajajaran

KEPONEWS.COM - Sejarah Tari Ronggeng Bugis, Alat Mata-matai Kerajaan Pajajaran BANYAK sekali warisan budaya yang dimiliki Kota Cirebon. Salah satunya ialah kesenian tari tradisional yang bernama Tari Ronggeng Bugis, atau Tari Telik Sandi. Sepintas, kalau dilihat dari namanya, mu...
Loading...

BANYAK sekali warisan budaya yang dimiliki Kota Cirebon. Salah satunya ialah kesenian tari tradisional yang bernama Tari Ronggeng Bugis, atau Tari Telik Sandi.

Sepintas, kalau dilihat dari namanya, mungkin kita akan mengira kalau tarian tersebut berasal dari suku Bugis, di Sulawesi Selatan. Namun nyatanya, tarian ini asli berasal dari Cirebon.

Salah satu pelaku seni di Cirebon, Ikhwan mengatakan, tari Ronggeng Bugis merupakan jenis tarian dengan unsur komedi, yang dimainkan oleh satu atau beberapa penari laki-laki yang memakai busana perempuan. Biasanya mereka akan mengenakan busana mirip badut, supaya bisa memancing gelak tawa dari para penonton.

Tari Ronggeng Bugis ini salah satu dari banyaknya tarian tradisional yang ada di Jawa Barat, ujarnya, Sabtu (16/3/2019).

:

Hati-Hati, Air Kemasan Dibuka Lebih dari Sejam Bisa Berbahaya!

Model Seksi Rela Pantatnya Digigit Ronaldo, Intip 5 Posenya yang Menarik hati Iman

Ia memaparkan, nama tarian tersebut berasal dari dua suku kata, adalah Ronggeng dan Bugis. Kata Ronggeng sendiri mempunyai makna sebagai penari perempuan. Sedangkan kata Bugis ialah nama dari salah satu suku di Sulawesi Selatan.

Menurut sejarahnya kata Ikhwan, kala itu Sunan Gunung Jati membentuk sebuah kelompok yang diberi nama Pasukan Telik Sandi. Pasukan tersebut bertugas untuk memata-matai wilayah Pajajaran, dengan cara melakukan penyamaran sebagai seorang penari ronggeng, yang dilakukan oleh orang Bugis di Cirebon.

"Dari penyamaran itu munculah Tarian Ronggeng Bugis, yang semua penarinya ialah laki-laki," tambahnya.

Ikhwan sendiri mengaku, saat ini tarian tersebut sudah menjadi salah satu pertunjukkan rakyat yang sangat menghibur. Namun sayangnya, tarian ini tidak banyak diketahui oleh masyarakat.

Sekarang tarian ini menjadi seni pertunjukkan rakyat yang sangat menghibur.Tapi sayangnya, belum terlalu dikenal oleh masyarakat," pungkasnya.

(ndr)

Loading...

Comments