Sederet Peluang Indonesia di Tengah Pandemi Virus Corona

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Sederet Peluang Indonesia di Tengah Pandemi Virus Corona

Sederet Peluang Indonesia di Tengah Pandemi Virus Corona

KEPONEWS.COM - Sederet Peluang Indonesia di Tengah Pandemi Virus Corona JAKARTA - Virus corona atau covid-19 menekan laju perekonomian global, termasuk Indonesia. Walau begitu, sebenarnya ada peluang dari situasi sekarang ini. Direktur Program Magister Manajemen Kalbis In...

JAKARTA - Virus corona atau covid-19 menekan laju perekonomian global, termasuk Indonesia. Walau begitu, sebenarnya ada peluang dari situasi sekarang ini.

Direktur Program Magister Manajemen Kalbis Institute Jakarta Dr. Joseph MJ Renwarin memaparkan, kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia dalam meningkat keunggulan kompetisi di pasar Internasional karena efek ekonomi global.

Perusahan Indonesia juga bisa mengembangkan keunggulan kompetensi lain dan memanfaatkan banyak sekali sumber daya yang dimiliki perusahaan untuk unggul dan bersaing. Selain itu, inovasi usaha juga dibutuhkan pada saat dalam rangka memperluas pasar karena ada peluang secara factor-faktor ekternal.

Negara-Negara Ini Belum Melaporkan Satu pun Kasus COVID-19

"Inovasi ini biasa dikenal dengan inovasi terbuka dengan memanfaatkan sumber-sumber daya yang dimiliki perusahaan," jelas dia dalam paparan tertulisnya, Jumat (3/4/2020).

Hal ini dicontohkan ketika terjadi peristiwa yang tidak terduga pada penyerangan 11 September 2001 yang mengakibatkan hancurnya perekonomian Negara adikuasa Amerika Serikat (AS) dan berdampak pada lesunya perekonomian global.

corona

Inovasi terbuka yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan importir Amerika saat itu ialah dengan fokus pada orientasi produksi. Visi saat itu ialah bagaimana memproduksi produk murah dan biaya promosi yang murah tetapi berbobot di benak konsumen Amerika.

"Berkaca dari kasus tahun 2001 ini, maka perusahaan-perusahaan Indonesia mempunyai peluang besar karena bukan hanya satu negara yang terkena imbas tapi sudah lebih dari 60 negara. Dibutuhkan kemampuan dinamis dari manajemen perusahaan secara krusial untuk merobah arah usaha karena ada perubahan kompetensi inti di pasar internasional," ungkap dia.

Selanjutnya

Comments