Seberapa Parah Kondisi Pasien saat Terserang Badai Sitokin? Ini Penjelasan Dokter

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Seberapa Parah Kondisi Pasien saat Terserang Badai Sitokin? Ini Penjelasan Dokter

Seberapa Parah Kondisi Pasien saat Terserang Badai Sitokin? Ini Penjelasan Dokter

KEPONEWS.COM - Seberapa Parah Kondisi Pasien saat Terserang Badai Sitokin? Ini Penjelasan Dokter Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan sempat mengalami badai sitokin sebelum meninggal dunia. Selain itu, menurut Joanna, suaminya juga punya penyakit bawaan yang kambuh karena tertular Covid-19. "Kon...

Suami Joanna Alexandra, Raditya Oloan sempat mengalami badai sitokin sebelum meninggal dunia. Selain itu, menurut Joanna, suaminya juga punya penyakit bawaan yang kambuh karena tertular Covid-19.

"Kondisinya post-covid dengan komorbid asma, and dia sedang mengalami cytokine storm (badai cytokine) yang menyebabkan hyper-inflamation di seluruh tubuhnya. Ditambah lagi ada infeksi bakteri yang lumayan kuat (tapi tidak sekuat ayah saya tentunya!!!!)," tulis Joanna.

Lalu apa yang dimaksud badai sikotin?

Dokter Spesialis Paru Rumah Sakit Awal Bros Bekasi Timur, dr. Annisa Sutera Insani mengatakan, badai sitokin merupakan kondisi di mana saat sistem imun tubuh melawan virus, dan biasanya terjadi saat adanya infeksi berat atau sepsis.

Pasien

Ketika tubuh mengalami sepsis, badai sitokin ialah kondisi saat sistem imun tubuh melawan virus dan ini biasanya terjadi saat adanya infeksi berat atau sepsis.

Badai sitokin ialah kondisi saat sistem imun tubuh melawan virus dan ini biasanya terjadi saat adanya infeksi berat atau sepsis.

Lebih lanjut, kata drm Annisa, dadai sikotin tidak dapat dilihat oleh mata. Kejadian ini akan terjadi saat tubuh melawan virus, dan hanya dirasakan oleh pasien penderita.

Aura Seksi Vicky Zainal Berbalut Bikini, Netizen: Gak Ada Obatnya Ini Sih

Semua pasien yang terinfeksi virus apapun akan mengalami hal yang sama , yaitu badai sitokin. Terlebih saat sistem imun tubuh mereka tidak cukup kuat untuk melawan virus jahat tersebut.

Sementara itu dilansir dari laman NewScientist, Penyakit seperti covid-19 dan influenza bisa berakibat fatal karena reaksi berlebihan dari sistem kekebalan tubuh yang disebut badai sitokin.

Fenomena ini semakin dikenal luas setelah wabah virus flu burung H5N1 pada tahun 2005, yang juga dikenal sebagai flu burung . Kala itu tingkat kematian yang tinggi dikaitkan dengan respons sitokin yang tidak terkendali.

Badai sitokin mungkin memaparkan, mengapa beberapa orang mengalami reaksi parah terhadap virus corona, sementara penyakit yang lain hanya mengalami gejala ringan.

(hel)

Comments