Saran KemenPPPA Agar Anak Terhindar Tayangan Negatif

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Saran KemenPPPA Agar Anak Terhindar Tayangan Negatif

Saran KemenPPPA Agar Anak Terhindar Tayangan Negatif

KEPONEWS.COM - Saran KemenPPPA Agar Anak Terhindar Tayangan Negatif Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N. Rosalin mengatakan pentingnya kerjasama lintas kementerian, lembaga, pengusaha hingga m...

Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N. Rosalin mengatakan pentingnya kerjasama lintas kementerian, lembaga, pengusaha hingga media massa untuk melindungi anak dari paparan konten negatif.

Ini karena semenjak dini, anak sudah diperkenalkan teknologi dan gadget yang masih beredar konten negatif seperti pornografi, kejahatan siber hingga kejahatan seksual yang berbahaya untuk anak.

"Misalnya, sebelum Kementerian atau Lembaga memberikan berita kepada publik, pastikan berita tersebut layak bagi anak dan ada berita yang dikhususkan untuk anak," ungkap Lenny dalam siaran pers Kemen PPPA, Sabtu (6/3/2021).

Selain itu kata Lenny, pengawasan juga harus dilakukan di rumah oleh orangtua, perihal apa saja tontonan yang boleh dan tidak boleh ditonton anak.

Viral Pernikahan Anak di Lombok, KemenPPPA: Itu Dampak Pandemi Covid-19

Ilustrasi: Menonton televisi. (Shutterstock)Ilustrasi: Menonton televisi. (Shutterstock)

"Sehingga anak bisa menyaring dan memilah sendiri banyak sekali berita yang diterimanya, tutur Lenny.

Alih-alih konten negatif tersebut, menurut Lenny masih banyak berita yang lebih penting diketahui publik. Seperti misalnya berita kesehatan, stunting, pendidikan hingga hukun dan lain sebagainya.

"Namun selama ini masih banyak anak yang belum mendapatkan berita tersebut, padahal mereka merupakan stakeholder penting yang tidak hanya menjadi sasaran program, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan dan komunikator program kepada sesama anak Indonesia, tambah Lenny.

Agar konten yang diakses anak lebih ke arah positif, Kementerian dan Lembaga dirasa perlu membuat materi cetak dan digital yang perlu disebarluaskan kepada anak.

Salah satu contoh program yang dibuat disebut dengan Pusat Berita Sahabat Anak (PISA) yang tersedia di perpustakaan, mobil baca, pojok berita digital, dan pusat berita.

Data Terbaru KemenPPPA Tunjukkan Angka Perkawinan Anak Semakin Bertambah

"Hal ini sangat penting untuk menjadikan 80 juta anak Indonesia yang sehat, cerdas, berdaya saing, inovatif, kreatif dan berkarakter, serta menjadi generasi emas di masa depan dan segera dapat kita wujudkan Indonesia Layak Anak pada 2030, pungkas Lenny.

Comments