Salahkah 'Me Time' dan Meninggalkan Sahabat? Begini Penjelasannya

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Salahkah 'Me Time' dan Meninggalkan Sahabat? Begini Penjelasannya

Salahkah 'Me Time' dan Meninggalkan Sahabat? Begini Penjelasannya

KEPONEWS.COM - Salahkah 'Me Time' dan Meninggalkan Sahabat? Begini Penjelasannya Berada di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, membuat seseorang jadi mudah lelah. Oleh karena itu, terkadang setiap orang butuh waktu untuk sendiri atau 'me time' untuk kembali mengisi ulang t...

Berada di tengah kesibukan dan aktivitas sehari-hari, membuat seseorang jadi mudah lelah. Oleh karena itu, terkadang setiap orang butuh waktu untuk sendiri atau 'me time' untuk kembali mengisi ulang tenaga dan juga secara psikologis.

Tapi, saat ingin me time ada saja kendala yang kerap dihadapi. Salah satu yang paling sering merupakan muncul perasaan tidak enak terhadap orang di sekitar ataupun sahabat dekat.

Kondisi ini membuat banyak orang takut kehilangan sahabat. Sehingga akhirnya lebih memilih mementingkan sahabat dibandingkan menghabiskan me time.

Menggapi hal tersebut, Co-Founder of Character Matters Indonesia Fauziah, mengatakan bahwa ada perbedaan antara sahabat dan sahabat.

5 Langkah Menjadi Sahabat bagi Mereka yang Sedang Mengalami Depresi

Ilustrasi sahabat (pexels.com/@mentatdgt)Ilustrasi sahabat (pexels.com/@mentatdgt)

Ada dua perbedaan antara sahabat dan sahabat. Kalau ada sahabat yang tidak suka kita punya waktu sendiri. Yaudah, kita tahu sifatnya, ungkapnya pada acara Self Care: Prioritize Yourself, Kamis (10/6/2021).

Dalam dunia pertemanan, menurutnya ada beragam sifat sahabat. Bahkan bisa jadi setiap orang punya pandangan dan makna tersendiri akan arti pertemanan.

Karena menurutku sahabat tidak terlalu memberi dampak ke personal. Beda dengan sahabat, kita harus pilih-pilih, ungkapnya lebih lanjut.

Lantas kengapa sahabat harus pilih-pilih? Kata Fauziah, sahabat akan memberikan dampak secara langsung ke personal dalam kehidupan seseorang. Sahabat umumnya akan bikin nyaman suasana.

Kita harus pilih-pilih, apakah sifat dan sikapnya bikin nyaman atau enggak. Tapi kalau kasusnya tidak bisa mendapatkan waktu sendiri, orang seperti itu kurang pas buat dijadiin sahabat, tambahnya lebih lanjut.

Bersenjatakan Balsam, Dua Pria Rampok Uang Sahabat Rp 180 Juta

Karenanya, kalau sahabat tidak bisa mendapatkan keputusan untuk me time, tandanya tidak bisa menghargai seseorang. Berarti tandanya dia tidak bisa menghargai cara hidup individu yang berbeda-beda, dan cara healing individu yang berbeda-beda, pungkasnya.

Comments