Sadis, pasangan kekasih kanibal ini bunuh dan makan otak korbannya

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

Sadis, pasangan kekasih kanibal ini bunuh dan makan otak korbannya

Sadis, pasangan kekasih kanibal ini bunuh dan makan otak korbannya

KEPONEWS.COM - Sadis, pasangan kekasih kanibal ini bunuh dan makan otak korbannya Manusia kanibal sebutan bagi mereka yang memakan manusia lain. Pada masa lampau, praktik kanibalisme kerap terjadi karena kelaparan atau budaya. Meski demikian, praktik ini tetap melanggar hukum.Salah...
Loading...

Manusia kanibal sebutan bagi mereka yang memakan manusia lain. Pada masa lampau, praktik kanibalisme kerap terjadi karena kelaparan atau budaya. Meski demikian, praktik ini tetap melanggar hukum.

Salah satu kasus kanibalisme terjadi di Rusia. Dilansir dari express.co.uk, Rabu (10/10), sepasang kekasih melakukan pembunuhan kepada pria bernama Alexander Popovic. Tidak hanya melakukan pembunuhan, mereka juga memakan otak korbannya.

Pelaku pembunuhan tersebut ialah seorang pria berusia 22 tahun dan kekasihnya gadis berusia 12 tahun. Mereka melakukan pembunuhan di rumah Alexander Popovic. Keduanya memasak otak Alexander Popovic dan anggota tubuh lainnya. Sementara kepala Alexander Popovic dimasukkan ke dalam oven di apartemen di Desa Novena, Leningrad, Rusia.

Kejadian ini diketahui oleh adik Alexander Popovic. Adik Alexander Popovic mengatakan ia masuk ke rumah kakaknya lewat jendela. Di sana ia melihat semua perabotan berantakan. Ia melihat sesuatu terbungkus selimut dan dipenuhi darah.

Merasa panik, adik Alexander Popovic menghubungi tetangga. Tetangganya datang dan mendobrak pintu rumah Alexander Popovic. Tidak disangka, mereka menyadari sosok di balik selimut tersebut ialah jenazah Alexander Popovic. Ditemukan luka karena hantaman kapak di dada korban. Beberapa organ dalamnya juga hilang.

Polisi datang untuk menginvestigasi kejadian ini. Saat diinvestigasi, pelaku menyatakan bahwa mereka memakan korban karena tidak ada bahan makanan. Pelaku yang berusia 22 tahun dijatuhi hukuman 15 tahun penjara karena kasus pembunuhan dan mutilasi, serta 10 tahun penjara karena berhubungan seks dengan anak di bawah umur. Sementara pelaku berusia 12 tahun dibawa ke Centre for Underage Criminals, di Saint Petersburg.

Comments