Saat Sel Kanker Pura-pura Tidur dan Bersembunyi di Tubuh Anda

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Saat Sel Kanker Pura-pura Tidur dan Bersembunyi di Tubuh Anda

Saat Sel Kanker Pura-pura Tidur dan Bersembunyi di Tubuh Anda

KEPONEWS.COM - Saat Sel Kanker Pura-pura Tidur dan Bersembunyi di Tubuh Anda Tujuannya, agar pasien sadar bahwa sewaktu-waktu sel kanker bisa kembali. Apa saja yang membuat sel-sel kanker bisa terbangun? Pola makan tidak teratur, kurang istirahat, dan tak sengaja mengasup maka...
Loading...

Tujuannya, agar pasien sadar bahwa sewaktu-waktu sel kanker bisa kembali. Apa saja yang membuat sel-sel kanker bisa terbangun? Pola makan tidak teratur, kurang istirahat, dan tak sengaja mengasup makanan yang mengandung zat pemicu kanker, ujar Yadi di Jakarta, pekan lalu.

Pasien kanker payudara yang telah menyelesaikan pengobatan diminta rajin menjalani sejumlah pemeriksaan. Pertama, rontgen di sekitar dada. Kedua, USG di area perut. Ketiga, PET scan untuk melacak kejanggalan di sekujur tubuh. Terakhir, tumor marker. Tumor marker ialah pemeriksaan darah untuk memantau keberadaan sel kanker yang berpotensi bangun. Pemeriksaan ini penting mengingat, selain pura-pura tidur, sel kanker bisa bersembunyi.

Dalam kasus kanker payudara, sel-sel preman itu bisa kabur lalu bersembunyi di tulang, lever, paru-paru, dan otak. Setelah menyelesaikan pengobatan, pemeriksaan dilakukan 6 bulan sekali selama setahun. Setelah dinyatakan 100 persen terkontrol selama setahun, pasien menjalani pemeriksaan setahun sekali, beri tahu Yadi kepada Bintang.

Dalam kesempatan itu, Yadi meluruskan tiga salah kaprah terkait kanker payudara. Pertama, pengidap kanker payudara pasti meninggal. Menurut Yadi, semua orang pasti meninggal. Tak harus kena kanker dulu baru meninggal. Kedua, payudara penderita kanker payudara harus diangkat. Yadi meluruskan, kalau sel kanker terlacak pada stadium awal, pasien menjalani bedah payudara. Bagian payudara yang terjangkit kanker diangkat lalu ditambal memakai otot atau jaringan kulit di sekitarnya. Tujuannya, untuk mempertahankan keindahan bentuk payudara.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Tipe dan Stadium

Terakhir, penderita kanker payudara harus menjalani kemoterapi. Ini juga salah. Pengobatan kanker payudara itu berdasarkan tipe. Ada 4 tipe kanker payudara berdasarkan tingkat agresivitasnya adalah luminal A, luminal B, her2 positif, dan tripel negatif. Yang paling sedikit pilihan pengobatannya adalah tripel negatif. Ini sekaligus menjawab asumsi khalayak yang menyebut tipe kanker payudara itu sama saja dengan stadium. Beda, ia menukas.

Stadium, kata Yadi, merupakan pembedaan kanker berdasarkan penyebarannya. Penentuan stadium dilandasi 3 komponen adalah T, N, dan M. T itu tumor. Bagaimana deskripsi tumornya? Sebesar apa? Sudah menyentuh permukaan kulit atau belum, dan apakah sudah meluas sampai ke jaringan otot. N merupakan node, adalah apakah sel kanker telah menjalar ke kelenjar getah bening di ketiak, di bawah, dan di atas tulang selangka. Sedangkan M merujuk pada metastasis yaitu sejauh mana sel kanker telah menyebar, Yadi memaparkan.

Pengidap kanker payudara luminal A dan B, cukup dioperasi dan menjalani terapi hormon untuk mengontrol kadar estrogen dalam tubuh. Salah satu pemicu kanker payudara, paparan hormon estrogen yang terlalu lama. Paparan ini salah satunya dipicu penggunaan alat kontrasepsi (yang memengaruhi hormon) dalam waktu lebih dari 8 tahun.

Terapi hormon diterapkan berdasarkan usia pasien. Jikalau sudah menopause, pasien hanya diberi obat-obatan. Kalau belum menopause, diberi obat dan suntikan. Kalau mendekati menopause, biasanya tim dokter mengangkat indung telur pasien agar ia menopause lalu dikontrol dengan obat. Kuncinya, saat salah satu anggota keluarga Kamu divonis mengidap kanker payudara, berdiskusilah dengan tim dokter terkait tipe dan jenis pengobatan yang mesti ditempuh, pungkasnya.

Rekomendasi

Comments