Rusa dengan Bola Mata Berbulu Ditemukan Berkeliaran di Sekitar Pinggiran Kota Tennessee

Unik

Ragam / Unik

Rusa dengan Bola Mata Berbulu Ditemukan Berkeliaran di Sekitar Pinggiran Kota Tennessee

Rusa dengan Bola Mata Berbulu Ditemukan Berkeliaran di Sekitar Pinggiran Kota Tennessee

KEPONEWS.COM - Rusa dengan Bola Mata Berbulu Ditemukan Berkeliaran di Sekitar Pinggiran Kota Tennessee Seekor rusa dengan bola mata berbulu telah terlihat berkeliaran di sekitar pinggiran Kota Tennessee, AS. Rusa itu mempunyai kondisi aneh di mana dia mempunyai rambut yang tumbuh dari bola matanya. Buk...

Seekor rusa dengan bola mata berbulu telah terlihat berkeliaran di sekitar pinggiran Kota Tennessee, AS. Rusa itu mempunyai kondisi aneh di mana dia mempunyai rambut yang tumbuh dari bola matanya.

Bukan karena satu kejadian, rusa malang mempunyai kondisi yang disebut dermoid kornea, yang terjadi ketika jaringan jenis tertentu tumbuh di tempat yang salah. Rambut yang tumbuh dari matanya mungkin merupakan contoh kasus terburuk dari hewan ini.

Menurut National Deer Association, anak rusa berusia satu tahun itu ditemukan berkeliaran kota di Knoxville, yang membuat khawatir penduduk setempat ketika mereka menyadari rusa itu berdarah, resah dan tidak takut pada manusia.

Petugas pengawas hewan yang menduga rusa tersebut kemungkinan telah terjangkit penyakit wasting kronis (CWD), memutuskan untuk membunuhnya untuk mencegah penyebaran kondisi yang fatal tersebut.

Kepala rusa kemudian dikirim ke unit Southeastern Cooperative Wildlife Disease Study (SCWDS) untuk diuji, di mana kemudian terungkap bahwa rusa tersebut tidak mempunyai CWD. Ia menderita penyakit hemoragik epizootik, yang menyebabkan demam dan disorientasi, lapor IFLScience.

Dalam laporannya, SCWDS mengatakan rusa mempunyai kulit yang tumbuh di tempat kornea, yang merupakan bagian dari bola mata yang menutupi pupil dan iris.

Dermoid kornea, seperti dalam kasus rusa ini, seringkali mengandung elemen kulit normal, termasuk folikel rambut, kelenjar keringat, kolagen, dan lemak. Massa umumnya jinak (non-invasif) dan bawaan, kemungkinan besar disebabkan oleh cacat perkembangan embrional, kata para peneliti.

Kami berasumsi bahwa dermoid berkembang secara bertahap dan bahwa rusa bisa menyesuaikan diri dengan bidang penglihatan yang semakin menurun seiring waktu, tambah mereka. (yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Comments