Review When The Past Was Around: Perban Luka Hati!

Games

Updates / Games

Review When The Past Was Around: Perban Luka Hati!

Review When The Past Was Around: Perban Luka Hati!

KEPONEWS.COM - Review When The Past Was Around: Perban Luka Hati! Tidak lagi terperangkap pada horror dan mitologi yang mengitarinya, mulai mengeksplorasi beragam ide kreatif yang diracik manis, dan mulai menemukan pasar yang solid tidak hanya untuk lokal saja tetap...

Tidak lagi terperangkap pada horror dan mitologi yang mengitarinya, mulai mengeksplorasi beragam ide kreatif yang diracik manis, dan mulai menemukan pasar yang solid tidak hanya untuk lokal saja tetapi juga gamer-gamer internasional, melihat perkembangan industri game selama beberapa tahun terakhir ini merupakan sesuatu yang membanggakan. Di ujung tombak pertumbuhan ini mengemuka nama Toge Productions yang juga membantu beberapa developer lokal untuk menemukan jalan mereka ke pasar yang lebih luas dan unik, seperti konsistensi dan daya tarik game yang diracik oleh studio developer asal Surabaya Mojiken. Kini mereka akhirnya melepas proyek teranyar mereka When the Past Was Around via Steam!

When the Past Was Around (WPWA) diracik sebagai sebuah game yang memang menjadikan cerita dan pendekatan artistik sebagai daya tarik utama. Kamu yang sempat merasakan game racikan Mojiken lainnya A Raven Monologue, yang didistribusikan secara cuma-cuma beberapa tahun yang lalu, sepertinya akan menemukan pendekatan yang serupa di sini. Kini Kamu akan mendapatkan pengalaman cerita yang lebih berfokus pada sisi romantisme anak manusia, disuguhkan dengan visual memanjakan mata, musik yang memainkan peran penting, dan uniknya gameplay yang tidak lagi sebatas interactive story dimana Kamu hanya perlu bergerak kesana-kemari untuk memicu progress ke chapter selanjutnya, Di titik intinya, WPWA meleburnya dengan pendekatan puzzle yang cukup memesona.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh When the Past Was Around (WPWA) ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menunjukkan sebuah perban untuk luka hati? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Kamu.

Plot Selamat datang di dunia milik Eda!

Selamat datang di dunia milik Eda, dimana musik bukan lagi sekadar alunan melodi, tetapi nyawa dan jalan hidup yang ia tekuni semenjak kecil. Dengan kemahiran jemari tangannya menekan senar-senar biola dan gesekan pelan dan presisi yang ia lakukan, musik tumbuh menjadi jalan hidup yang pasti untuknya. Namun seperti kebanyakan anak manusia, Eda berada di titik yang membingungkan. Musik tidak lagi semenyenangkan yang ia bayangkan.

Di tengah situasi penuh tanda tanya yang belum jelas apakah mempunyai jawaban atau tidak ini, Eda bertemu dengan sosok misterius Owl yang ternyata juga menyebarkan ketertarikan yang sama pada musik. Pertemuan mereka yang seolah sudah ditentukan oleh takdir ini tumbuh menjadi sebuah kisah romansa kecil di antara keduanya. Bagi Eda, Owl juga menjadi pintu motivasi baru untuk menemukan rasa cintanya kembali pada musik. Namun seperti yang bisa diprediksi, kebahagiaan ini tidak berlangsung cukup lama. Kegembiraan Eda yang sudah menyentuh pintu surga, kini dihantam kembali ke tanah dan membuat hatinya hancur berkeping-keping.

Eda mulai merasa musik yang jadi bagian hidup semenjak ia kecil, tumbuh menjadi beban yang kian sulit ia nikmati. Semuanya berubah ketika bertemu dengan Owl.

Lantas, apa yang terjadi dengan hubungan antara Eda dan Owl? Bagaimana juga kisah keduanya tumbuh dan akan berakhir? Mampukah Eda menemukan kembali rasa cintanya pada musik? Kamu tentu saja harus memainkan When the Past Was Around untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan ini.

Tags: mojiken studio, pc, puzzle, review, steam, toge productions, when the past was around

Comments