[REVIEW] 'RAYA AND THE LAST DRAGON', Petualangan Seorang Gadis Mencari Rasa Percaya.

Internasional

News / Internasional

[REVIEW] 'RAYA AND THE LAST DRAGON', Petualangan Seorang Gadis Mencari Rasa Percaya.

[REVIEW] 'RAYA AND THE LAST DRAGON', Petualangan Seorang Gadis Mencari Rasa Percaya.

KEPONEWS.COM - [REVIEW] 'RAYA AND THE LAST DRAGON', Petualangan Seorang Gadis Mencari Rasa Percaya. Lima ratus tahun lalu Kumandra merupakan sebuah negeri yang tenang tempat manusia hidup berdampingan dengan para naga. Namun kondisi itu berubah semenjak entitas disebut Drunn datang membuat masyaraka...

Lima ratus tahun lalu Kumandra merupakan sebuah negeri yang tenang tempat manusia hidup berdampingan dengan para naga. Namun kondisi itu berubah semenjak entitas disebut Drunn datang membuat masyarakat menjadi batu, termasuk pada akhirnya para naga itu sendiri.

Semenjak saat itulah penduduk Kumandra yang bertahan terpecah menjadi beberapa faksi yang mengambil nama dari bagian tubuh naga antara lain Tail (Ekor), Talon (Cakar), Spine (Tulang Belakang), Fang (Taring) serta Heart (Hati).

Puluhan tahun pun berlalu, Benja (disuarakan Daniel Dae Kim) selaku pemimpin Heart mengundang empat faksi lain dalam sebuah perjamuan mengupayakan perdamaian. Sayangnya pengkhianatan dilakukan salah satu pihak menyebabkan Drunn kembali mengamuk.

Sebelum tubuh Benja berubah menjadi batu lantaran tak lagi bisa menghindar dari serangan Drunn, pria itu meminta putri semata wayang bernama Raya (disuarakan Kelly Marie Tran) untuk menyelamatkan diri. Ia juga berpesan supaya Raya bisa mewujudkan mimpi mempersatukan Kumandra.

1. Mencari Naga Terakhir Tanggung jawab yang diberikan Benja terhadap Raya tidaklah muluk. Karena semenjak kecil, gadis itu telah dilatih ketangkasannya oleh sang ayah. Namun tujuan Raya sekarang bukan hanya sekadar menyatukan seluruh penghuni Kumandra, melainkan juga memulihkan kondisi ayahnya.

Maka Raya pun memulai perjalanan mencari naga terakhir yang dikabarkan sedang tertidur di suatu tempat. Upayanya jelas tidak mudah, karena selain harus pintar menghindari kemunculan Druun, ia juga akan sering bersinggungan dengan seorang sahabat yang mengkhianatinya.

2. Protagonis Dari Asia Tenggara

image

Credit: Disney

RAYA AND THE LAST DRAGON merupakan sajian animasi terbaru dari Disney. Bukan termasuk dalam katalog Princess Disney, protagonis kali ini lahir dan tumbuh dari daerah Asia Tenggara dengan rambut hitam legam serta warna kulit sawo matang yang eksotis. Penggambaran yang umum ditemukan bila pelesiran ke tiap negara di daerah ini.

Representasi tersebut tidak hanya dilihat dari visual karakternya saja, tetapi juga beberapa kebiasaan-kebiasaan kecil bersifat kultural yang sering dilakukan. Tak heran saat menyaksikan film besutan Carlos Lopez Estrada dan Don Hall ini, penonton Asia Tenggara (termasuk Indonesia) bakal dengan mudah dekat serta merasa terwakili.

3. Bukan Karakter Menye-Menye Semenjak Merida dilanjutkan dengan Moana, Disney tidak lagi mencekoki anak-anak di seluruh dunia dengan tokoh utama gadis yang hanya bicara soal cinta. Melainkan cakupan lebih luas lagi.

Dalam RAYA AND THE LAST DRAGON misalnya, kita disuguhkan satu karakter tituler pemberani dan tegas. Bukan sosok yang terlalu utopis: menunggu diselamatkan Pangeran Berkuda Putih. So last decade!

4. Arti Sebuah Kepercayaan

image

Credit: Disney

Secara cerita sendiri, sebenarnya skenario yang ditulis oleh Adele Lim dan Qui Nguyen tergolong generik. Namun hal itu tak menjadi problem karena selain Raya sebagai tokoh sentral, muncul lakon pendukung yang dibuat begitu kuat dan mudah dicintai. Terutama Sisu (disuarakan Awkwafina), si naga terakhir yang karakterisasinya muncul di luar ekspektasi.

Mau sefamiliar apa plot yang diemban, ketika karakter yang dihadirkan dengan cepat attach ke penonton, akan mudah pula emosi dibuai. Itulah yang dilakukan semua karakter di sini. Kita akan dibuat ikut jatuh juga bangun menyesuaikan dinamika pengisahan yang ditawarkan.

Overall, sebagai animasi bersetting dystopia, Raya sangat seru disimak bersama keluarga. Banyak hal bisa dipetik termasuk resolusi dari tema besarnya adalah perihal arti kata percaya. Merupakan fakta menarik Disney menjadikan trust issue sebagai materi pokok. Terlebih pada saat ini, ketika orang dengan mudah mempermainkan kepercayaan. Raya ialah korban dari hal itu dan berusaha mencari kembali rasa percayanya.

Yuk :

Comments