Review Left Alive: Sebuah Lelucon Kejam!

Games

Updates / Games

Review Left Alive: Sebuah Lelucon Kejam!

Review Left Alive: Sebuah Lelucon Kejam!

KEPONEWS.COM - Review Left Alive: Sebuah Lelucon Kejam! Franchise potensial yang untuk alasan tidak jelas, tidak pernah lagi memperlihatkan batang hidungnya. Gamer yang sempat menikmati serinya di era Playstation pertama dahulu mengerti potensi Front Missi...

Franchise potensial yang untuk alasan tidak jelas, tidak pernah lagi memperlihatkan batang hidungnya. Gamer yang sempat menikmati serinya di era Playstation pertama dahulu mengerti potensi Front Mission sebagai game taktik yang memesona. Sebuah game pertarungan mecha bernama Wanzer yang diisi dengan kisah dan intrik politik global yang menggugah, sekaligus sistem pertarungan berbasis kerusakan per bagian yang memperdalam elemen gameplay itu sendiri. Namun sayangnya, sang pemilik franchise Square Enix justru terlihat tidak percaya diri dengan nama Front Mission. Ia sempat berubah menjadi game mecha third person shooter yang gagal menangkap pesona seri originalnya. Namun alih-alih belajar dari kesalahan tersebut dan memenuhi mimpi fans untuk seri game taktik yang baru, Square Enix justru memperkenalkan sebuah game action baru berbasis semestanya Left Alive.

Pandangan gamer memang tertuju pada proyek yang terlihat super ambisius yang satu ini. Bagaimana tidak? Ia meminjam talenta Yoji Shinkawa ilustrator artwork Metal Gear Solid yang punya gaya khas untuk memotret tiga karakter utama Left Alive. Langkah ini dilihat sebagai usaha Square Enix untuk meracik sebuah game yang hendak diposisikan sebagai kompetitor utama seri MGS dari Konami yang masa depannya memang kian tidak jelas. Mereka juga merekrut talenta belakang layar yang menjanjikan, seperti sosok Toshifumi Nabeshima dari Armored Core sebagai penanggung jawab. Kesemuanya diracik dalam desain game semi open-world yang di trailer dan screenshot, memperlihatkan perang urban yang penuh kekacauan. Di atas kertas, Left Alive terlihat seperti sebuah game dengan formula sukses yang pasti . Tapi nyatanya? Justru bertolak belakang.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Left Alive? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang bisa disebut sebagai lelucon kejam? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Kamu.

Plot

Left Alive mengambil setting semesta Front Mission dengan timeline yang terjadi antara seri kelima dan Evolved.

Mengambil semesta Front Mission, Left Alive mengambil setting di sebuah kota bernama Novo Slava di tahun 2127. Secara canon, timeline ceritanya berarti berada di antara Front Mission 5 dan Front Mission Evolved.

Kamu akan berperan sebagai tiga karakter yang terjebak di dalam situasi super rumit ini. Dimana Novo Slava, kota yang seharusnya menjadi perbatasan antara dua negara Ruthenia dan Garmonia berujung hancur berantakan. Setelah konflik sempat menegang selama beberapa waktu, Garmonia secara tiba-tiba menginvasi Ruthenia dengan menguasai Novo Slava terlebih dahulu dengan kekuatan militer penuh. Tidak hanya memakai pasukan infanteri saja, mereka juga mengirimkan persenjataan berat, termasuk para Wanzer untuk melakukannya.

Kamu akan berperan sebagai Mikhail seorang pilot Wanzer muda yang kebetulan tengah sial dan mau tidak mau, harus berjuang bertahan hidup di situasi yang tidak menguntungkan ini. Sembari berusaha mencari bantuan militer dan menyelamatkan penduduk kota, ia mendapatkan berita terkait keberadaan sebuah prototype Wanzer yang baru. Kemudian ada Olga seorang polisi wanita yang sempat menginvestigasi sebuah kasus di perbatasan namun secara otomatis terikat pada konflik yang menghancurkan Novo Slava ini. Pelan tapi pasti, proses investigasi membawanya pada sebuah misteri yang lebih besar lagi. Sementara karakter ketiga ialah Leonid seorang tangan kanan pemimpin pemberontakan masa lampau yang sempat dituduh berkhianat oleh rekan seperjuangannya. Ia tiba-tiba muncul di tengah kepanikan, mengejar karakter lain yang sempat diperkirakan tewas.

Kamu akan berperan sebagai tiga karakter berbeda: Mikhail seorang pilot muda Wanzer yang terjebak di perang Nova Slova.

Olga seorang polisi yang proses investigasinya menariknya lebih dalam ke sebuah konspirasi misterius.

Leonid seorang tangan kanan pemimpin pemberontakan masa lampau yang sempat dicap pengkhianat.

Seperti yang bisa diprediksi, pelan tapi pasti, ketiga karakter ini akan saling bersinggungan di Left Alive. Pelan tapi pasti, Kamu pun akan mulai membuka tabir misteri bahwa besar kemungkinan perang yang terjadi di Novo Slava ini bukanlah sekedar perang untuk memperebutkan teritori saja. Mereka yang muncul ke permukaan mengindikasikan bahwa ada sesuatu yang lebih dalam dan kompleks, terjadi di sini.

Konflik seperti apa yang harus mereka hadapi?

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di perang Novo Slava? Konflik seperti apa saja yang harus dilewati oleh ketiga karakter ini? Konspirasi seperti apa yang tengah berjalan di belakang layar perang penuh kehancuran dan kematian ini? Kamu tentu saja harus menyelesaikan Left Alive untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Tags: action, front mission, left alive, pc, playstation 4, review, square enix, xbox one, yoji shinkawa

Comments