Resmi Ditahan, Wali Kota Tasikmalaya Jalani Isolasi Mandiri Selama 14 Hari di Rutan Cabang KPK C1

Nasional

News / Nasional

Resmi Ditahan, Wali Kota Tasikmalaya Jalani Isolasi Mandiri Selama 14 Hari di  Rutan Cabang KPK C1

Resmi Ditahan, Wali Kota Tasikmalaya Jalani Isolasi Mandiri Selama 14 Hari di Rutan Cabang KPK C1

KEPONEWS.COM - Resmi Ditahan, Wali Kota Tasikmalaya Jalani Isolasi Mandiri Selama 14 Hari di Rutan Cabang KPK C1 Menyandang status terduga semenjak 26 April 2019, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman akhirnya ditahan KPK pada Jumat (23/10/2020). Sabtu, 24 Oktober 2020 08:09 WIB TRIBUNNEWS/IRW...

Menyandang status terduga semenjak 26 April 2019, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman akhirnya ditahan KPK pada Jumat (23/10/2020). Sabtu, 24 Oktober 2020 08:09 WIB

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2020). KPK resmi menahan Budi Budiman sebagai terduga kasus sangkaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penahanan terhadap Wali Kota Tasikmalaya periode 2012-2017 dan 2017-2022, Budi Budiman, Jumat (23/10).

Budi ialah terduga dalam perkara sangkaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018.

Budi Budiman telah menyandang status terduga dalam kasus ini semenjak 26 April 2019.

"Untuk kepentingan penyidikan, setelah melakukan pemeriksaan saksi sebanyak 33 orang dan 2 orang ahli, KPK melakukan penahanan terduga BBD selama 20 hari terhitung semenjak tanggal 23 Oktober 2020 sampai dengan 11 November 2020 di Rutan KPK Cabang Gedung ACLC KPK Kavling C1," ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10).

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2020). KPK resmi menahan Budi Budiman sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWANWali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengenakan rompi oranye usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2020). KPK resmi menahan Budi Budiman sebagai terduga kasus sangkaan suap terkait dengan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2018. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Sebagai protokol kesehatan untuk pencegahan Covid-19, Ghufron mengatakan, Budi akan terlebih dulu diisolasi mandiri selama 14 hari di Rutan Cabang KPK C1.

Perkara ini merupakan pengembangan dari perkara sangkaan suap terkait usulan dana perimbangan keuangan daerah dalam RAPBN Perubahan Tahun Anggaran 2018 yang diawali dengan OTT pada Jumat, 4 Mei 2019 di Jakarta.

Dalam kegiatan tangkap tangan itu, KPK mengamankan uang Rp 400 juta dan juga sejauh ini telah menetapkan enam orang sebagai terduga.

Mereka di antaranya, Amin Santono (Anggota Komisi XI DPR RI), Eka Kamaluddin (Swasta/perantara), Yaya Purnomo (Kasie Pengembangan Pendanaan Daerah Perumahan dan Pemukiman pada Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan), Ahmad Ghiast (Swasta/kontraktor), Sukiman (Anggota DPR RI 2014-2019), dan Natan Pasomba (Pelaksana Tugas dan Pj Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua).

Keenamnya telah divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron merilis penahanan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2020).Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron merilis penahanan Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (23/10/2020). (Tribunnews.com/ Inspirasi Rian Pratama)

Suap DAK

Gosip Lainnya

Penulis: Inspirasi Rian Pratama

Editor: Theresia Felisiani

Ikuti kami di "); $("#latestul").append(""); $(".loading").show; var newlast = getLast; $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?", start: newlast,section:'1',img:'thumb2', function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast + 1; newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; if(val.thumb) img = ""+val.title+""+vthumb+""; else img = ''; if(val.c_title) cat = ""+val.c_title+""; else cat = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else $("#latestul").append('Tampilkan lainnya'); $("#test3").val("Done"); return false; ); $(".loading").remove; ); else if (getLast > 150) if ($("#ltldmr").length == 0) $("#latestul").append('Tampilkan lainnya'); ); ); function loadmore if ($("#ltldmr").length > 0) $("#ltldmr").remove; var getLast = parseInt($("#latestul > li:last-child").attr("data-sort")); $("#latestul").append(""); $(".loading").show; var newlast = getLast ; if($("#test3").val == 'Done') newlast=0; $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest", function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else return false; ); $(".loading").remove; ); else $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?", start: newlast,section:sectionid,img:'thumb2',total:'40', function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else return false; ); $(".loading").remove; ); BERITA TERKINI

Comments