[RESENSI FILM] Hotel Mumbai: Teroris Tak Punya Agama

Music - Movies - TV

Updates / Music - Movies - TV

[RESENSI FILM] Hotel Mumbai: Teroris Tak Punya Agama

[RESENSI FILM] Hotel Mumbai: Teroris Tak Punya Agama

KEPONEWS.COM - [RESENSI FILM] Hotel Mumbai: Teroris Tak Punya Agama Ketegangan terjadi jelang malam, saat massa memohon agar boleh masuk ke hotel karena di sejumlah ruang publik, teroris menembaki warga. Tak dinyana, 6 teroris menyusup di antara kerumuman massa itu. M...
Loading...

Ketegangan terjadi jelang malam, saat massa memohon agar boleh masuk ke hotel karena di sejumlah ruang publik, teroris menembaki warga. Tak dinyana, 6 teroris menyusup di antara kerumuman massa itu. Mereka kemudian menembaki staf dan tamu. Para staf yang selamat dipaksa membuka akses ke sejumlah lantai. Selama beraksi, para teroris berkomunikasi lewat ponsel dengan The Bull (Pawan Singh) yang menjanjikan uang bagi keluarga pelaku, bahkan surga.

Nama Anthony Maras belum familier di kuping kita. Sebelum melahirkan Hotel Mumbai, ia memproduksi 3 film pendek adalah Azadi, Spike Up, dan The Palace. Meski demikian, kentara sekali ia memakai hati saat mengolah Hotel Mumbai. Anthony yang juga menulis naskah menyuarakan pesan: tak ada agama yang membenarkan kekerasan. Lalu dibangunlah tokoh-tokoh dengan latar belakang berbeda. Arjun dari kaum Sikh selalu bersurban saat keluar rumah.

Film Hotel Mumbai disajikan dengan ritme cepat dan alur linear. (Thunder Road Pictures)

Film Hotel Mumbai disajikan dengan ritme cepat dan alur linear. (Thunder Road Pictures)

Saat serangan teror terjadi, seorang tamu perempuan yang ndilalah bule, stress berat berat. Ia ketakutan melihat Arjun yang berjenggot dan memakai serban. Ibu, ini foto keluarga saya dan ini foto anak saya, beri tahu Arjun seraya mendekati tamu. Serban ini simbol kehormatan dan keberanian (dalam keyakinan saya). Namun selama Ibu berada di hotel ini, Ibu tamu saya. Kalau Ibu keberatan saya akan melepas serban ini. Tersentuh oleh komitmen Arjun, sang tamu menahan tangan Arjun yang hendak melepas serban. Adegan ini, bagi kami, momen emas Hotel Mumbai.

Di adegan ini, kemanusiaan dan toleransi diletakkan di tempat tertinggi. Disajikan dengan ritme cepat dan alur linear, Anthony tak mau membuat penonton pusing. Yang dibutuhkan film ini, adegan lugas dan akting meyakinkan. Dev, Anupam, dan Nazanin tampil dengan emosi konsisten. Hotel Mumbai memadukan ketegangan, drama, dan pesan tenang yang relevan. Cocok untuk sebagian masyarakat kita yang belakangan mabuk agama.

Pemain : Dev Patel, Nazanin Boniadi, Armie Hammer, Tilda Cobham-Gervey, Anupam Kher
Produser : Basil Iwanyk, Gary Hamilton, Andrew Ogilvie, Jomon Thomas, Mike Gabrawy
Sutradara : Anthony Maras
Penulis : John Collee, Anthony Maras
Produksi : Thunder Road Pictues, Arclight Films
Durasi : 2 jam, 3 menit

(wyn / gur)

Loading...

Comments