Ratusan Penumpang Kapal Pesiar di Australia Dikarantina dengan Quokka

Unik

Ragam / Unik

Ratusan Penumpang Kapal Pesiar di Australia Dikarantina dengan Quokka

Ratusan Penumpang Kapal Pesiar di Australia Dikarantina dengan Quokka

KEPONEWS.COM - Ratusan Penumpang Kapal Pesiar di Australia Dikarantina dengan Quokka Sekitar 800 penumpang kapal pesiar akan ditempatkan di karantina di sebuah pulau yang merupakan rumah bagi salah satu marsupial paling menggemaskan di Australia quokkas. Wisatawan Australia yang...

Sekitar 800 penumpang kapal pesiar akan ditempatkan di karantina di sebuah pulau yang merupakan rumah bagi salah satu marsupial paling menggemaskan di Australia quokkas.

Wisatawan Australia yang saat ini naik kapal pesiar Vasco de Gama akan menghabiskan 14 hari di Pulau Rottnest, tempat ribuan quokka berbulu tinggal.

Mereka seharusnya tiba di Perth Jumat ini, (27/3) , namun para pejabat semenjak itu melarang kapal pesiar untuk berlabuh di sana.

Itu terjadi setelah Ruby Princess menurunkan 2.700 penumpang di Sydney, dengan lebih dari 130 tes positif COVID-19.

Quokka ialah hewan berkantung yang tampak ceria di daerah kecil di barat daya Australia dan dianggap terancam punah.

Mereka sebagian besar ditemukan di Pulau Rottnest karena mereka tidak mempunyai predator di sana, dan secara teratur fasilitas selfie dengan pelancong.

Mereka sangat imut, namun, beberapa orang tidak percaya itu nyata.

Sekitar 800 warga negara Australia harus tinggal di pulau itu menurut BBC News, sementara penumpang dan awak asing akan tetap di atas kapal sampai mereka dapat diterbangkan secara langsung.

Australia telah memblokir dua kapal pesiar lainnya agar tidak berlabuh setelah Magnifica dan Artana keduanya melaporkan penumpang yang tidak sehat.

Ruby Princess dikatakan sebagai sumber tunggal terbesar infeksi COVID-19 di Australia, yang telah menyebabkan kemarahan di kalangan warga negara. Salah satu penumpang dari kapal itu meninggal di rumah sakit pada Selasa, (24/3).

Lebih dari 2.400 kasus virus korona telah dikonfirmasi di Australia dan kemarin, (25/3), dikatakan orang kesembilan meninggal karena penyakit tersebut.(yn)

Sumber: Unilad

Video Rekomendasi:

Comments