Ransomware Serang Indonesia, Kemkominfo: Ini Teroris Siber!

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Ransomware Serang Indonesia, Kemkominfo: Ini Teroris Siber!

Ransomware Serang Indonesia, Kemkominfo: Ini Teroris Siber!

KEPONEWS.COM - Ransomware Serang Indonesia, Kemkominfo: Ini Teroris Siber! Isu mengejutkan datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui siaran persnya yang mengatakan agar masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan malware khususnya ransomware ter...
Loading...

Isu mengejutkan datang dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melalui siaran persnya yang mengatakan agar masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan malware khususnya ransomware terutama jenis WannaCRY. Hal ini disampaikan olehDirektur Jenderal Software Informatika, Semuel A. Pangerapan yang mengatakan bila Indonesia kini darurat serangan ransomware.

Bukan tanpa karena, pasalnyaberdasarkan laporan yang diterima oleh Kominfo serangan ransomware tersebut terindikasi terjadi di rumah sakit besar di Indonesia diantaranyaumah Sakit Harapan Kita dan Rumah Sakit Dharmais.

Akibatnya, kegiatan medis terhambat karena data pasien yang terekam di jaringan komputer rumah sakit tak bisa diakses. Dikhawatirkan ransomwaree jenis WannaCRY ini akan semakin meluas hingga melumpuhkan kegiatan pada sektor lain.

Semuel membeberkan bahwa ransomware merupakanmalware yang sangat berbahaya. Cara kerja malware ini merupakan menyerang komputer korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada sehingga tidak bisa diakses kembali.

Lanjut pria yang diakrab Sammy ini menjelaskanransomware mengincar PC berbasis Windows yang memiliki kelemahan terkait fungsi SMB yang dijalankan di komputer tersebut. Tak hanya Indonesia, serangan ransomware jenis ini sudah lebih dahulu menyerang beberapa negara lainnya.

Ransomware WannaCRY

Tampilan PC yang terkenal Ransomware WannaCRY ~ kominfo.go.id

Komputer yang terindikasi ransomware WannaCry akan menampilkan tampilan yang memberitahukan bahwa file di PC atau komputer tersebut telah dienkripsi dan meminta dana tebusan agar file file yang dibajak dengan enkripsi bisa dikembalikan dalam keadaan normal lagi.

Dana tebusan yang diminta juga tidak main-main yaknidengan pembayaran bitcoin yang setara dgn 300 dollar Amerika. Wannacry memberikan alamat bitcoin untuk pembayarannya. Disamping itu juga memberikan deadline waktu terakhir pembayaran dan waktu dimana denda tebusan bisa naik bila belum dibayar juga.

Ketika ini, WannaCry sudah tersebar di 100 negara dengan puluhan ribu korban. Tercatat di Inggris, ada 16 rumah sakit yang sejauh ini terindikasi sebagai korban WannaCry.

Tak seperti ransomware lain yang kerap memanfaatkan cara phising e-mail, Ransomware WannaCry akan menyebar otomatis ke komputer-komputer yang berada dalam satu jaringan.

Untuk itu, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menghimbau ketika ini caratermudah yang bisa dilakukan merupakan mematikan jaringan internet yang terhubung dengan komputer. Setelah itu komputer pun bisa dihidupkan dan segera lakukan backup data penting yang ada di masing-masing komputer atau server.

Untuk sementara, kabel jaringan cabut, WiFi matikan sementara, sampai nanti data yang penting di-copy dahulu. Paling mudah itu dulu, ujar Rudiantara.

Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan langkah-langkah pencegahan ransomware jenis WannaCRY ini sudah tersedia di halaman resmi kominfo yang bisa dicek di link ini. Namun jikalau dalam upaya pencegahan ada kesulitan. Kemkominfo dengan siap membantu untuk konsultasi secara online bisa mengakses nomoreransom.org. Bila diharapkan berita dan saran teknis, juga bisa mengirimkan e-mail ke [emailprotected].

Comments