Raja Thailand Dituntut Kembalikan Aset Monarki Ke Negara

Internasional

News / Internasional

Raja Thailand Dituntut Kembalikan Aset Monarki Ke Negara

Raja Thailand Dituntut Kembalikan Aset Monarki Ke Negara

KEPONEWS.COM - Raja Thailand Dituntut Kembalikan Aset Monarki Ke Negara Raja Thailand Dituntut Kembalikan Aset Monarki Ke NegaraKetika kepolisian Thailand memberlakukan pasal anti-penghinaan kerajaan, demonstran pro-demokrasi di Bangkok kembali menuntut agar kekuasaan Raj...
Raja Thailand Dituntut Kembalikan Aset Monarki Ke Negara

Ketika kepolisian Thailand memberlakukan pasal anti-penghinaan kerajaan, demonstran pro-demokrasi di Bangkok kembali menuntut agar kekuasaan Raja Maha Vajiralongkorn terhadap biro pengelola kekayaan kerajaan dicabut.

Tuntutan tersebut melanggar tabu di Thailand yang melarang kritik terhadap kerajaan. Kepolisian saat ini dikabarkan telah memanggil belasan pemimpin demonstran untuk dimintai keterangan. Bila terbukti melanggar, terdakwa bisa diancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Undang-undang ini kuno dan barbarik. Setiap kali digunakan, ia merusak reputasi monarki dan negara, kata Parit Pinguin Chiwarak, yang terkena dakwaan penghinaan monarki. Dia mengenakan kostum berwarna kuning, menyerupai boneka bebek raksasa yang menjadi simbol aksi protes.

Para demonstran yang berjumlah ribuan orang awalnya ingin menyambangi kantor Biro Properti Kerajaan (CPB) yang mengelola aset monarki Thailand. Lembaga ini belakangan menjadi sasaran protes karena dianggap menjadi dompet pribadi raja.

Kekayaan monarki Thailand

Menurut laporan majalah Fortune, Raja Maha pada 2017 menempatkan penasehat keuangannya sebagai kepala direksi CPB. Langkah itu sekaligus menggeser menteri keuangan yang biasanya menduduki posisi tersebut.

Di tahun yang sama, pemerintah Thailand mengesahkan amandemen UU Properti Kerajaan, yang memberikan hak atas portfolio CPB sepenuhnya kepada raja. Tidak lama kemudian biro tersebut menyatakan telah mengembalikan semua aset kepada raja.

Salah satu aset tersebut ialah kepemilikan saham di salah satu bank tertua di Thailand, Siam Commercial Bank. Menurut laporan banyak sekali media, kerajaan menguasai 23% saham perusahaan dan merupakan investor terbesar bagi SCB.

Saham SCB tidak seharusnya dimiliki raja, tetapi kementerian keuangan, jadi keuntungannya bisa digunakan untuk pembangunan, kata Boss, seorang peserta demonstrasi yang berkumpul di depan kantot pusat SCB di Bangkok.

Aset kerajaan Thailand ditaksir berkisar antara USD 30 sampai 40 miliar (Rp 424 sampai 565 triliun) . Angka tersebut menempatkan Raja Maha sebagai penguasa monarki terkaya di dunia saat ini. Meskipun begitu, pemerintah Thailand setiap tahun menganggarkan dana hingga USD 1 miliar (Rp 14 triliun) untuk membiayai kerajaan.

Pihak kerajaan sejauh ini menolak berkomentar terkait gelombang demonstrasi di Bangkok. Belum lama ini Raja Maha mengaku mencintai semua warga Thailand saat ditanya perihal aksi protes terhadapnya.

Awal Oktober lalu, dia memerintahkan militer memindahkan dua unit pasukan ke bawah komando kerajaan. Dekrit yang turut ditandatangani PM Prayuth Chan-ocha itu mengutip pasal 172 UUD yang menjamin hak raja mengoperasikan satuan tempur kalau ada ancaman terhadap kerajaan.

rzn/pkp (ap, rtr, fortune)

Comments