Promosikan Wisata Indonesia, KBRI Berlin Adakan Kelas Membatik untuk Tour Operator di Jerman

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Promosikan Wisata Indonesia, KBRI Berlin Adakan Kelas Membatik untuk Tour Operator di Jerman

Promosikan Wisata Indonesia, KBRI Berlin Adakan Kelas Membatik untuk Tour Operator di Jerman

KEPONEWS.COM - Promosikan Wisata Indonesia, KBRI Berlin Adakan Kelas Membatik untuk Tour Operator di Jerman Salah satu tugas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri merupakan turut mempromosikan pariwisata Tanah Air. Tujuannya apalagi bila bukan mendatangkan wisatawan mancanegara. Cara inila...
Loading...

Salah satu tugas Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di luar negeri merupakan turut mempromosikan pariwisata Tanah Air. Tujuannya apalagi bila bukan mendatangkan wisatawan mancanegara. Cara inilah yang dilakukan oleh KBRI Berlin di Jerman.

Bekerja sama dengan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Jerman, KBRI Berlin membuka kelas belajar membatik pada Rabu, 20 Maret 2019 lalu. Kelas tersebut diikuti oleh 30 orang yang tergabung dalam Tour Operator Jerman belajar. Tujuan diadakannya kelas ialah mengajak para tour operator mengenal lebih dekat mengenai budaya Indonesia.

Kelas membatik dibuka dengan presentasi mengenai potensi pariwisata Tanah Air. Perwakilan dari VITO, Yasmin Lange memberikan penjelasan perihal sejumlah obyek wisata Indonesia dengan ragam keindahannya, khususnya yang berada di luar Bali.

: Jadi Tempat Romantis di Dunia, 6 Artis Dunia Ini Lamar Kekasih di Bali

Selama ini mungkin kita hanya kenal Bali padahal sebenarnya pilihan wisata di luar Bali sangat banyak. Tidak hanya menunjukkan keindahan alam seperti daerah pegunungan dan pantai, tapi juga banyak hal menarik untuk dikunjungi, tutur Yasmin seperti rilis yang diterima Okezone, Kamis (21/3/2019).

Menurutnya, Indonesia yang mempunyai ratusan suku, etnis, latar belakang, serta agama dan kepercayaan mempunyai tradisi budaya yang berbeda-beda. Hal itulah yang akan memberikan pengalaman unik dan berkesan bagi para wisatawan. Belum lagi terdapat objek wisata modern seperti lapangan golf di Pulau Bintan.

Setelah itu, para peserta tour operator mendengar presentasi mengenai batik. Selanjutnya, mereka merasakan sendiri pengalaman membatik. Kelas membatik dipandu oleh Muhammad Nauval dari Sanggar Batik Komar dan Epi Gunawan dari Barli Studio Art. Para peserta terlihat serius mengikuti tahap demi tahap membatik. Terlebih tradisi dan budaya ini tak didapatkan di negaranya.

: Asal-usul Pengucapan "Cheese" saat Berfoto, Artinya Bukan Keju Lho

Dubes RI untuk Jerman, Arif Havas Oegroseno memberikan batik hanya satu dari sekian ribu warisan budaya Indonesia. Namun alasan kuat untuk membuka kelas membatik ialah karena batik sudah terkenal diseluruh dunia dan banyak diaplikasikan sebagai bagian dari fesyen yang unik serta menarik. Selain itu, pada 2009 lalu, batik juga sudah diakui UNESCO sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity.

Oleh karenanya kami sengaja mengajak tour operator untuk mengetahui dan mempraktekan langsung membatik. Saya yakin dengan kegiatan ini mereka akan terbawa suasana untuk merasakan keunikan dan keindahan budaya yang dimiliki Indonesia. Dengan demikian mereka akan lebih yakin untuk mengajak customernya berkunjung ke Indonesia, ujar Dubes Oegroseno dalam pembukaan kelas membatik.

Para peserta yang mengikuti kelas membatik sangat gembira dan terkesan dengan kegiatan tersebut. Salah seorang di antaranya mengatakan kelas tersebut inspiratif dan menyenangkan.

Sayang waktunya kurang, saya ingin mencoba membuat beberapa desain lain. Saya yakin batik sangat seru, tidak hanya untuk dilihat tetapi juga dipraktekkan. Saya akan promosikan Indonesia lebih gencar lagi, ujar peserta tersebut.

Sementara itu, kegiatan membatik yang diselenggarakan untuk tour operator tersebut merupakan bagian dari taktik promosi Indonesia di Jerman. Konsepnya sederhana, yaitu memadukan antara branding dan selling sebagai sebuah kesatuan. Tour operator ialah ujung tombak untuk aspek selling objek wisata Indonesia kepada publik Jerman. Oleh karenanya, dalam setiap kegiatan promosi wisata maka pihak KBRI dan VITO selalu melibatkan tour operator.

(tam)

Comments