Profil Dokter Terawan, Pernah Dipecat IDI hingga Jadi Menteri Kesehatan

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Profil Dokter Terawan, Pernah Dipecat IDI hingga Jadi Menteri Kesehatan

Profil Dokter Terawan, Pernah Dipecat IDI hingga Jadi Menteri Kesehatan

KEPONEWS.COM - Profil Dokter Terawan, Pernah Dipecat IDI hingga Jadi Menteri Kesehatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Dokter Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan. Dia menjadi salah satu deretan wajah baru menteri yang masuk ke gerbong Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'...
Loading...

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Dokter Terawan Agus Putranto sebagai Menteri Kesehatan. Dia menjadi salah satu deretan wajah baru menteri yang masuk ke gerbong Kabinet Indonesia Maju Jokowi-Ma'ruf.

Memakai batik nuansa coklat, pagi ini Dokter Terawan Agus Putranto pun merapat ke Istana Negara. Dia masuk dalam barisan menteri Kabinet Indonesia Maju.

Mengenal sosoknya, Dokter Terawan Agus Putranto di dunia medis sudah tak asing. Banyak track record-nya yang bisa Kamu simak berikut ini, dirangkum Okezone, Rabu (23/10/2019).

Pria berbaju putih

Dikenal sebagai Dokter Cuci Otak

Di RSPAD Gatot Subroto, Dokter Terawan Agus Putranto punya banyak pasien cuci otak dari banyak sekali kalangan. Lewat inovasinya Digital Substraction Angiogram (DSA), banyak pasien stroke atau penyakit gangguan saraf sembuh diterapi Dokter Terawan Agus Putranto. Termasuk dari kalangan pejabat, seperti Jusuf Kalla hingga Aburizal Bakrie yang pernah diterapi dengan metode DSA.

Pernah dipecat IDI

Dokter Terawan Agus Putranto sangat fenomenal karena dikenal sebagai dokter cuci otak, lewat inovasi tindakan medis Digital Substraction Angiogram (DSA) yang dilakukan. Meskipun berhasil menyembuhkan penyakit dia harus dipecat dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

IDI menganggap bahwa Dokter Terawan Agus Putranto telah melanggar kode etik, karena dianggap memuji diri sendiri atau mengiklankan dirinya. Namun demikian, teknik penyembuhan gangguan saraf yang digunakan olehnya itu jadi kontroversi.

Selanjutnya
Loading...

Comments