Presiden Jokowi Kucurkan Rp187 Triliun untuk Dana Desa, Ini Hasilnya

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Presiden Jokowi Kucurkan Rp187 Triliun untuk Dana Desa, Ini Hasilnya

Presiden Jokowi Kucurkan Rp187 Triliun untuk Dana Desa, Ini Hasilnya

KEPONEWS.COM - Presiden Jokowi Kucurkan Rp187 Triliun untuk Dana Desa, Ini Hasilnya JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menyalurkan dana desa sebesar Rp187 triliun terhitung semenjak 2015-2018. Dana desa merupakan salah satu program Jokowi untuk pemerataan pembangunan n...

JAKARTA - Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah menyalurkan dana desa sebesar Rp187 triliun terhitung semenjak 2015-2018. Dana desa merupakan salah satu program Jokowi untuk pemerataan pembangunan nasional.

"Dana yang disalurkan ke desa sampai akhir tahun ini Rp187 triliun," ujar Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo di Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Data Kementerian PDDT mencatat, pada tahun pertama pemerintahan Jokowi telah menyalurkan dana desa sebesar Rp20,67 triliun kepada 74.093 desa, sehingga setiap desa mendapatkan dana desa sebesar Rp280,3 juta per desa.

Kuliah Umum Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo pada Launching Akademi Desa 4.0

Total penyerapan dana desa tahun 2015 sebesar 82,72%. Tahun 2016, anggaran dana desa meningkat dua kali lipat menjadi Rp46,98 triliun yang disebarkan kepada 74.754 desa, dimana setiap desa mendapat jatah Rp643,6 juta.

Penyerapan dana desa tahun 2016 meningkat hampir 100% yaitu 97,65%. Sementara tahun lalu, pemerintah memangkas dana desa menjadi Rp60 triliun yang disebar kepada 74.910 desa sehingga setiap desa mendapatkan kurang lebih Rp800,4 juta. Total penyerapan dana desa tahun lalu mencapi 98,26%.

Tahun ini, pemerintah menyiapkan anggaran dana desa sebesar Rp60 triliun yang dijatah kepada 74.957 desa, sehingga setiap desa mendapatkan Rp800,4 juta atau sama dengan tahun lalu. '

Eko menyebut, penyaluran dana desa telah berhasil membantu 10.000 desa naik kelas melalui pemanfaatan dana desa untuk peningkatan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Berita tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Institut Pertanian Bogor (IPB) hingga Maret lalu.

"Kita menunggu data dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang sedang lagi mengadakan sensus potensi desa. Kita tunggu aja, September data yang official keluar," kata Eko.

Adapun pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMN) menargetkan dapat meningkatkan 5.000 desa tertinggal menjadi desa berkembang, serta 2.000 desa berkembang menjadi desa mandiri. Bila jumlah tersebut sesuai dengan hasil survei BPS nanti, artinya pengentasan desa telah melampaui sasaran pemerintah.

(dni)


loading...

Comments