Presiden: Infrastruktur Merata, Pengusaha Harus Bangun Sentra Ekonomi Baru

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Presiden: Infrastruktur Merata, Pengusaha Harus Bangun Sentra Ekonomi Baru

Presiden: Infrastruktur Merata, Pengusaha Harus Bangun Sentra Ekonomi Baru

KEPONEWS.COM - Presiden: Infrastruktur Merata, Pengusaha Harus Bangun Sentra Ekonomi Baru JAKARTA - Dalam lima tahun terakhir ini, pemerintah telah berusaha membangun infrastruktur secara merata di seluruh penjuru Tanah Air. Pembangunan tersebut utamanya dimaksudkan agar semakin banyak dae...
Loading...

JAKARTA - Dalam lima tahun terakhir ini, pemerintah telah berusaha membangun infrastruktur secara merata di seluruh penjuru Tanah Air. Pembangunan tersebut utamanya dimaksudkan agar semakin banyak daerah atau wilayah di Indonesia yang menjadi terhubung antara satu dengan lainnya.

Untuk itu, Presiden meminta para pengusaha harus bisa memanfaatkan pembangunan tersebut dengan menghadirkan sentra-sentra ekonomi baru yang membuat perekonomian semakin bergerak.

Fakta Proyek Jalan Tol Dihentikan H-10 Lebaran

Ini tugasnya pengusaha melanjutkan apa yang telah dikerjakan pemerintah ini dengan membangun sentra-sentra ekonomi, pusat-pusat ekonomi, yang sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi kita, kata Presiden Jokowi dalam acara Silaturahmi Nasional Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan buka puasa bersama anak yatim dilansir dari laman Setkab, Senin (27/5/2019).

Presiden memaparkan, selama berkeliling Indonesia dari Sabang hingga Merauke, hampir semua wilayah yang ada mempunyai masalah yang sama, adalah konektivitas. Maka itu, sejumlah pembangunan fasilitas umum seperti jalan, jalan tol, bandara, dan pelabuhan dilakukan secara besar-besaran.

Jokowi dan Maaruf Amin Sambangi Kampung Deret Jakarta Pusat

Inilah pekerjaan besar kita sehingga dalam lima tahun ini konsentrasi kita pada membangun infrastruktur. Yaitu agar konektivitas antarkota, antarkabupaten, dan antarprovinsi itu betul-betul bisa tersambung, ucap Presiden.

Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengupayakan reformasi birokrasi secara bertahap dengan tujuan utama untuk membuat proses perizinan menjadi semakin mudah. Menurut Presiden, penyederhanaan lembaga mutlak diharapkan agar dapat bekerja dengan lebih efisien dan cepat sehingga meminimalisir adanya tumpang tindih kewenangan.

Dalam lima tahun ini telah kita bubarkan 23 lembaga yang kita lihat sudah tidak relevan dengan waktu dan zaman yang ada. Ke depan saya kira masih banyak lagi nantinya lembaga-lembaga yang memang tidak kita perlukan yang akan kita hapus dan tiadakan, ucap Presiden.

(kmj)

Loading...

Comments