Polri Klarifikasi 3 Konten Video Hoax terkait Kerusuhan Pengamanan Demo yang Sengaja Diviralkan

Trending

Fun / Trending

Polri Klarifikasi 3 Konten Video Hoax terkait Kerusuhan Pengamanan Demo yang Sengaja Diviralkan

Polri Klarifikasi 3 Konten Video Hoax terkait Kerusuhan Pengamanan Demo yang Sengaja Diviralkan

KEPONEWS.COM - Polri Klarifikasi 3 Konten Video Hoax terkait Kerusuhan Pengamanan Demo yang Sengaja Diviralkan JAKARTA - Mabes Polri mengklarifikasi atas sejumlah konten video yang diviralkan di sosmed terkait kerusuhan massa demo di Bawaslu. "Pada momentum ini ada juga beberapa yang harus saya klarifikasi. Ba...
Loading...

JAKARTA - Mabes Polri mengklarifikasi atas sejumlah konten video yang diviralkan di sosmed terkait kerusuhan massa demo di Bawaslu.

"Pada momentum ini ada juga beberapa yang harus saya klarifikasi. Banyak di medsos sudah viral bahkan dimasifkan, kita sudah tahu karena kita punya ahli siber, patroli siber kita 24 jam. Kita sudah tahu akun mana yang memviralkan itu terhubung dengan kelompok tertentu," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol Mohammad Iqbal, di Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019).

Video pertama, terkait video dimana masjid diserang petugas gabungan adalah TNI-Polri. Iqbal pun membantah hal tersebut.

"Satu saya bantah, bahwa Brimob tidak pernah menyerang masjid. Rekan kami TNI juga tidak pernah menyerang masjid," kata dia.

Video kedua menampilkan anggota Brimob yang mengamankan pengamanan demo di depan Bawaslu dengan narasi anggota Brimob itu bukanlah warga negara Indonesia (WNI).

Menurutnya, video tersebut sengaja dibuat untuk mendiskreditkan Polri dengan menyebut anggota Brimob itu berasal dari negeri seberang.

Alasan PAN Tak Tandatangani Hasil Rekapitulasi Suara di KPU

"Kedua, banyak foto-foto, kebetulan anggota Brimob yang di-framing, memang sengaja mendiskreditkan Polri bahwa itu merupakan pasukan dari negeri seberang yang sipit-sipit. Tidak ada. Kita bantah. Murni bahwa itu merupakan personel Brimob WNI," ucap mantan Wakapolda Jawa Timur itu.

Sementara video ketiga menampilkan konten dimana anggota TNI-Polri mengamankan demo memakai peluru tajam.

Hal ini dibantah tegas oleh Iqbal lantaran tak ada personel yang dibekali dengan peluru tajam sesuai instruksi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

"Ketiga, yang harus saya sampaikan lagi bahwa kemarin sudah saya tekankan, Mabes Polri juga sudah memberi instruksi dari Bapak Panglima TNI dan Kapolri. Petugas pengamanan kegiatan unjuk rasa demo tidak dibekali dengan peluru tajam. Kalau ada yang memakai peluru tajam dipastikan bukan pengamanan dari TNI-Polri dalam konteks pengamanan ini," tukasnya.

Polri Klarifikasi 3 Konten Video Hoax terkait Kerusuhan Pengamanan Demo yang Sengaja Diviralkan

Comments