Polisi Jelaskan Rencana Dosen IPB untuk Gagalkan Pelantikan Presiden

Nasional

News / Nasional

Polisi Jelaskan Rencana Dosen IPB untuk Gagalkan Pelantikan Presiden

Polisi Jelaskan Rencana Dosen IPB untuk Gagalkan Pelantikan Presiden

KEPONEWS.COM - Polisi Jelaskan Rencana Dosen IPB untuk Gagalkan Pelantikan Presiden JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto mengungkapkan motif utama dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith menyiapkan 29 bom ikan berisi paku. Dari hasil pemeriksaan...
Loading...

JAKARTA - Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Suyudi Ario Seto mengungkapkan motif utama dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) Abdul Basith menyiapkan 29 bom ikan berisi paku.

Dari hasil pemeriksaan, puluhan bom tersebut untuk menggagalkan pelantikan Joko Widodo sebagai Presiden RI.

Pertama Kali dalam 40 Tahun, Pemerintah Iran Izinkan Wanita Menonton Laga Bola di Stadion

PSSI Umumkan Harga Tiket Laga Timnas Indonesia Kontra Vietnam di Bali

Caranya, kata Suyudi, ialah dengan membuat kerusuhan adalah meledakkan bom ikan berisi paku di sepanjang wilayah Grogol sampai dengan Roxy, Jakarta Barat.

"Jadi sasaran utama tujuan mereka merupakan membatalkan pelantikan Jokowi sebagai presiden. Mereka berencana meledakkan bom ikan berisi paku yang disiapkan, di sepanjang wilayah Grogol sampai dengan Roxy di Jakarta Barat," kata Suyudi, Selasa (8/10/2019).

Menurut Suyudi, saat aksi Mujahid 212, Abdul Basith dibantu delapan rekannya membawa misi menurunkan Jokowi sebagai presiden dengan isu karhutla dan revisi UU KPK.

"Dan sasaran utama atau tujuan akhirnya menggagalkan pelantikan Jokowi sebagai Presiden," katanya.

Ilustrasi bom ikan atau bondet Ilustrasi bom ikan atau bondet (TribunJatim.com/ ist)

Suyudi mengatakan dari pemeriksaan terhadap 9 terduga yang mereka bekuk temasuk Abdul Basith, diketahui bahwa mereka berencana membuat kerusuhan di Jakarta dengan tujuan utama menggagalkan pelantikan presiden terpilih, Joko Widodo.

"Jadi tahapan rencana mereka setelah kerusuhan tercipta adalah menurunkan presiden dengan isu karhutla dan revisi UU KPK.

Lalu terakhir yang menjadi sasaran utama mereka ialah membatalkan pelantikan presiden terpilih," kata Suyudi.

Seperti diketahui Abdul Basith diciduk polisi di rumahnya di daerah Tangerang pada Jumat (27/9/2018). Di sana didapati 29 bom berisi paku.

Selain Abdul, polisi menangkap 8 terduga lain, salah satunya pensiunan TNI AL Sony Santoso. Mereka saat ini ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Comments