Polisi di Thailand Selidiki Media atas Liputan Aksi Protes

Internasional

News / Internasional

Polisi di Thailand Selidiki Media atas Liputan Aksi Protes

Polisi di Thailand Selidiki Media atas Liputan Aksi Protes

KEPONEWS.COM - Polisi di Thailand Selidiki Media atas Liputan Aksi Protes Polisi Thailand tengah menyelidiki media dan kelompok protes atas liputan mereka perihal unjuk rasa baru-baru ini. Mengutip Al Jazeera, menurut dokumen yang diterbitkan media lokal pada Senin (19/10/2...

Polisi Thailand tengah menyelidiki media dan kelompok protes atas liputan mereka perihal unjuk rasa baru-baru ini.

Mengutip Al Jazeera, menurut dokumen yang diterbitkan media lokal pada Senin (19/10/2020), langkah ini ditempuh karena ada kecurigaan mereka telah melanggar tindakan darurat yang membatasi berita.

"Tampaknya ada konten yang berpengaruh pada keamanan negara, perdamaian dan ketertuban atau moral," terang dokumen tertanggal 16 Oktober 2020 itu.

Pihak berwenang menambahkan, mereka kana meminta regulator penyiaran Thailand dan Kementerian Digital untuk menyelidiki VOICE TV, The Reporters dan Prachathai.

"Mereka akan menangguhkan penyiaran atau menghapus berita komputer," kata pernyataan itu.

Terima Wisatawan Asing, Thailand Resmi Buka Pariwisata Setelah 7 Bulan Terhenti Karena Pandemi

Beritakan Aksi Anti-Pemerintah, Kantor Informasi Ini Ditutup Pemerintah Thailand

Polisi Thailand menyemprotkan water cannon (meriam air) kepada para pengunjuk rasa damai pro-demokrasi di Bangkok pada (Jumat (16/10/2020).Polisi Thailand menyemprotkan water cannon (meriam air) kepada para pengunjuk rasa tenang pro-demokrasi di Bangkok pada (Jumat (16/10/2020). (Twitter Pravit Rojanaphruk)

Lebih lanjut, polisi mengatakan akan ada pengarahan wacana masalah ini, tetapi tidak segera memberikan komentar.

Sebagai tanggapan, Prachathai mengatakan "merasa terhormat untuk melaporkan berita akurat wacana hak asasi manusia dan perkembangan politik" dan akan berusaha sebaik mungkin untuk terus melakukannya.

Sementara, Thapanee Eidsrichai, pendiri The Reporters, mengatakan organisasi tersebut belum mendapatkan perintah resmi dan organisasi akan "terus melakukan tugasnya".

Situasi Terbaru Thailand: Demo Kian Panas, 4 Kantor Media Diinvestigasi, Investor Mulai Angkat Kaki

Dewan redaksi Thai Enquirer, yang tidak termasuk di antara mereka yang disebutkan dalam dokumen, menyuarakan dukungannya terhadap media gratis.

Hari Kelima Protes Thailand: Demonstran Meluas ke Luar Bangkok

"Alih-alih berdialog, membuka diskusi, dan pers, pemerintah memilih untuk merangkul akar dan sensor otoriternya, menutup, dan mengintimidasi wartawan yang bekerja untuk menyajikan informasi," tulis Pemimpin Redaksi Cod Satrusayang dalam sebuah pernyataan.

Dia juga mendesak pemerintah untuk membatalkan perintah tersebut.

Pengunjuk rasa pro-demokrasi melakukan penghormatan tiga jari di Sanam Luang di sebelah Grand Palace di Bangkok pada tanggal 20 September 2020Pengunjuk rasa pro-demokrasi melakukan penghormatan tiga jari di Sanam Luang di sebelah Grand Palace di Bangkok pada tanggal 20 September 2020 (Vivek Prakash / AFP)

Demo Thailand: Protes Anti Pemerintah Terus Berlanjut, 77 Stasiun Kereta di Bangkok Ditutup

Ribuan pengunjuk rasa anti-pemerintah mengambil alih persimpangan utama di Bangkok pada hari Minggu, meskipun pemerintah melarang protes yang diberlakukan pada hari Kamis.

Mereka menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Prayuth Chan-ocha, yang memimpin kudeta pada tahun 2014 dan memperkuat posisinya dalam pemilihan umum tahun lalu, dan monarki untuk direformasi.

Seorang juru bicara perdana menteri mengatakan pada hari Minggu bahwa Prayuth prihatin wacana penyebaran protes dan ingin berbicara.

(Tribunnews.com/Andari Wulan Nugrahani)

Comments