Pewarna Makanan Buatan Bikin Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

Food & Kuliner

Travel / Food & Kuliner

Pewarna Makanan Buatan Bikin Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

Pewarna Makanan Buatan Bikin Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta?

KEPONEWS.COM - Pewarna Makanan Buatan Bikin Anak Hiperaktif, Mitos atau Fakta? Kebiasaan ngemil si kecil di masa pandemi meningkat? Sebagai orangtua, tentunya Kamu mesti membatasi sekaligus menentukan panganan bergizi. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung pewarna makan...

Kebiasaan ngemil si kecil di masa pandemi meningkat? Sebagai orangtua, tentunya Kamu mesti membatasi sekaligus menentukan panganan bergizi. Sebisa mungkin hindari makanan yang mengandung pewarna makanan buatan bagi anak Kamu.

"Pewarna makanan buatan seperti merah allura, biru berlian FCF, tartrazine, kuning kuinolin, sunset yellow, dan ponceau 4R dapat menyebabkan peningkatan hiperaktif pada anak-anak," lapor hasil studi yang dilakukan University of Southampton.

pewarna pada makanan

Pemerintah Indonesia sendiri, dalam hal ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), cukup serius membatasi penggunaan pewarna makanan buatan tersebut.

Dalam laporan tertulis Vero yang diterima MNC Portal, Badan POM sudah lama membatasi penggunaan pewarna makanan sintetis termasuk kuning kuinolin untuk setiap kategori makanan seperti produk susu, permen, kue, jajanan, dan lainnya.

Adapun hasil riset dari Data Bridge Market Research mengungkapkan bahwa meski tingkat konsumsi untuk pewarna makanan sintetis dan permintaan akan produk makanan kemasan meningkat, namun kekhawatiran perihal bahaya yang ditimbulkan terhadap kesehatan, penerapan peraturan yang ketat, dan perubahan preferensi konsumen terhadap bahan-bahan alami diproyeksikan akan menjadi tantangan tersendiri bagi pangsa pasar pewarna makanan sintetis.

Lalu, apa solusi yang bisa ditawarkan bagi orangtua agar si kecil tetap bisa nyemil tapi tidak khawatir akan bahaya pewarna makanan buatan?

Disarankan untuk orangtua agar mengurangi asupan camilan yang tidak alami ke anak dan usahakan mulai beralih ke pangan sehat seperti buah dan sayur. Jikalau si anak suka makanan kemasan, maka tugas wajib orangtua ialah membaca label kemasan.

Selain itu, untuk memaksimalkan pemberian camilan ke si kecil, pastikan waktunya tepat yaitu pukul 10 pagi dan 3 sore. "Memberi makanan camilan di waktu tersebut dapat meningkatkan kecukupan energi bagi fisik dan mental anak serta memastikan bahwa mereka mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk kegiatan belajar mereka," terang laporan tersebut.

Comments