Pesawat Tempur Perancis yang Bisa Dioperasikan Tak Sampai 50 Persen

Internasional

News / Internasional

Pesawat Tempur Perancis yang Bisa Dioperasikan Tak Sampai 50 Persen

Pesawat Tempur Perancis yang Bisa Dioperasikan Tak Sampai 50 Persen

KEPONEWS.COM - Pesawat Tempur Perancis yang Bisa Dioperasikan Tak Sampai 50 Persen PARIS - Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis mengungkapkan lebih dari separuh armada angkatan udaranya dinyatakan dalam kondisi tak laik terbang. Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence P...
Loading...

PARIS - Kementerian Angkatan Bersenjata Perancis mengungkapkan lebih dari separuh armada angkatan udaranya dinyatakan dalam kondisi tak laik terbang.

Menteri Angkatan Bersenjata Perancis Florence Parly mengungkapkan kenyataan tersebut sekaligus menambahkan rumitnya perizinan untuk mengurus perbaikan satu unit armada terbangnya.

Kerumitan dalam pengajuan izin, Parly mencontohkan, untuk sebuah helikopter Tiger yang menjadi tanggung jawab dari banyak sekali instansi membutuhkan lebih dari 30 kontrak terpisah.

Menteri Parly mengatakan dalam kesempatan kunjungan ke markasangkatan udara di Evreux, Normandia, pada suatu saat hingga 56 persen armada Angkatan Udara Perancis tidak dalam kondisi siap diterbangkan.

Kondisi itu seolah bertolak belakang dengan peningkatan anggaran dana perawatan hingga 25 persen semenjak 2012 yang kini sebesar 3,5 miliar poundsterling (sekitar Rp 63,4 triliun).

Dilansir dari Express, Menteri Parly memaparkan, hanya 80 persen armada udara Perancis yang saat ini berada di zona pertempuran, seperti Irak dan Timur Tengah, yang siap beroperasi.

Angka tersebut turun drastis kalau melihat kesiapan armada angkatan udara di dalam negeri Perancis yang hanya 30 persen.

Secara keseluruhan, sekitar 44 persen armada udara Perancis yang dalam kondisi siap tempur. Angka tersebut menurun 11 persen dibandingkan tahun 2000 lalu.

"Konsekuensi dari kondisi ini ada pada tim terbang kita yang jadi jarang berlatih dan akhirnya dana yang dikeluarkan juga akan meningkat," ujar Menteri Parly.

"Situasi ini sudah tidak bisa ditoleransi dan karenanya saya menjadikannya prioritas probadi," tambahnya.

Mengatasi hal tersebut, Menteri Angkatan Bersenjata Perancis telah mengumumkan akan membentuk departemen ilmu penerbangan pada tahun depan untuk memastikan perusahaan yang membuat armada udara juga bertanggung jawab dalam perawatan dari awal hingga akhir.

"Saya targetkan hasilnya bisa terlihat di 2020. Kami membeli armada udara untuk diterbangkan, bukan untuk memenuhi hanggar atau sekadar diparkirkan," ujar Parly.

Informasi ini sudah tayang di Kompas.com dengan judul: 56 Persen Armada Angkatan Udara Perancis Tak Laik Terbang

Pesawat Tempur Perancis yang Bisa Dioperasikan Tak Sampai 50 Persen

Comments