Perusahaannya Selalu Dikaitkan dengan Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Hashim Geram dan Merasa Difitnah

Nasional

News / Nasional

Perusahaannya Selalu Dikaitkan dengan Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Hashim Geram dan Merasa Difitnah

Perusahaannya Selalu Dikaitkan dengan Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Hashim Geram dan Merasa Difitnah

KEPONEWS.COM - Perusahaannya Selalu Dikaitkan dengan Kasus Korupsi Edhy Prabowo, Hashim Geram dan Merasa Difitnah Hashim Djojohadikusumo angkat bicara terkait kasus ekspor benih lobster dan meluapkan kekecewaannya. Sabtu, 5 Desember 2020 08:22 WIB Tribunnews/HerudinPolitisi Gerindra yang jug...

Hashim Djojohadikusumo angkat bicara terkait kasus ekspor benih lobster dan meluapkan kekecewaannya. Sabtu, 5 Desember 2020 08:22 WIB

Tribunnews/Herudin

Politisi Gerindra yang juga adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bersama anaknya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan pengacara Hotman Paris menggelar konferensi pers terkait hak jawab atas kasus ekspor benih lobster (benur), di Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020). Pada kesempatan tersebut, Saraswati Djojohadikusumo membantah keterkaitan perusahaan yang dimilikinya dengan kasus suap ekspor benur yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo. Tribunnews/Herudin

Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo akhirnya angkat bicara terkait kasus ekspor benih lobster.

Hal itu lantaran banyaknya isu dan fitnah yang menyasar kepada dirinya dan sang putri, Rahayu Saraswati.

Ia pun meluapkan kekecewaan karena nama perusahaannya selalu dikaitkan dengan kasus Menteri KKP Edhy Prabowo yang dijerat KPK.

Prabowo Subianto Marah dan Sangat Kecewa, Merasa Dikhianati oleh Edhy Prabowo

Padahal Hashim menuturkan, perusahannya PT Bima Sakti Mutiara, hanya mempunyai izin budidaya lobster, bukan izin ekspor.

"Saya merasa dihina, difitnah," kata Hashim dalam konferensi pers di daerah Cafe Jetski, Pluit, Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020).

Politisi Gerindra yang juga adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bersama anaknya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan pengacara Hotman Paris menggelar konferensi pers terkait hak jawab atas kasus ekspor benih lobster (benur), di Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020). Pada kesempatan tersebut, Saraswati Djojohadikusumo membantah keterkaitan perusahaan yang dimilikinya dengan kasus suap ekspor benur yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo. Tribunnews/HerudinPolitisi Gerindra yang juga adik Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo bersama anaknya, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan pengacara Hotman Paris menggelar konferensi pers terkait hak jawab atas kasus ekspor benih lobster (benur), di Jakarta Utara, Jumat (4/12/2020). Pada kesempatan tersebut, Saraswati Djojohadikusumo membantah keterkaitan perusahaan yang dimilikinya dengan kasus suap ekspor benur yang menjerat Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo. Tribunnews/Herudin (Tribunnews/Herudin)

Lebih lanjut, Hashim menyebut perusahaannya itu telah melakukan usaha di bidang kelautan semenjak 35 tahun silam.

Adapun bisnisnya adalah di bidang budidaya mutiara.

Hashim juga menyebut perusahannya bergerak di bidang budidaya lain, di antaranya teripang, kerapu, dan kepiting.

Kekecewaan Prabowo Saat Edhy Diciduk KPK: Dia Anak yang Diangkat dari Selokan 25 Tahun Lalu

Ia menegaskan, pengajuan izin untuk melakukan ekspor lobster dan benur tak pernah ia niatkan.

Terlebih semenjak dilarang oleh Menteri Kelautan dan Perikanan sebelumnya, Susi Pudjiastuti.

Gosip Populer

Penulis: Inza Maliana

Editor: Tiara Shelavie

Ikuti kami di BERITA REKOMENDASI "); $("#latestul").append(""); $(".loading").show; var newlast = getLast; $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?", start: newlast,section:'1',img:'thumb2', function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast + 1; newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; if(val.thumb) img = ""+val.title+""+vthumb+""; else img = ''; if(val.c_title) cat = ""+val.c_title+""; else cat = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else $("#latestul").append('Tampilkan lainnya'); $("#test3").val("Done"); return false; ); $(".loading").remove; ); else if (getLast > 150) if ($("#ltldmr").length == 0) $("#latestul").append('Tampilkan lainnya'); ); ); function loadmore if ($("#ltldmr").length > 0) $("#ltldmr").remove; var getLast = parseInt($("#latestul > li:last-child").attr("data-sort")); $("#latestul").append(""); $(".loading").show; var newlast = getLast ; if($("#test3").val == 'Done') newlast=0; $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest", function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else return false; ); $(".loading").remove; ); else $.getJSON("https://api.tribunnews.com/ajax/latest_section/?callback=?", start: newlast,section:sectionid,img:'thumb2',total:'40', function(data) $.each(data.posts, function(key, val) if(val.title) newlast = newlast+1; if(val.video) var vthumb = ""; var vtitle = " "; else var vthumb = ""; var vtitle = ""; if(val.thumb) var img = ""+val.title+""+vthumb+""; var milatest = "mr140"; else var img = ""; var milatest = ""; if(val.subtitle) subtitle = ""+val.subtitle+""; else subtitle = ''; $("#latestul").append(""+img+""); else return false; ); $(".loading").remove; ); BERITA TERKINI

Comments