Persaingan Global Kian Ketat, Pemerintah Harus Dorong IPC Jadi Trade Facilitator

Nasional

News / Nasional

Persaingan Global Kian Ketat, Pemerintah Harus Dorong IPC Jadi Trade Facilitator

Persaingan Global Kian Ketat, Pemerintah Harus Dorong IPC Jadi Trade Facilitator

KEPONEWS.COM - Persaingan Global Kian Ketat, Pemerintah Harus Dorong IPC Jadi Trade Facilitator TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (7/11/2018). PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menerapkan sistem baru berupa fasilitas dan laya...
Loading...
Persaingan Global Kian Ketat, Pemerintah Harus Dorong IPC Jadi Trade Facilitator

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (7/11/2018). PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menerapkan sistem baru berupa fasilitas dan layanan pembiayaan jasa kepelabuhan (port service financing/PSF) di pelabuhan Tanjung Priok, sehingga dengan sistem baru itu dapat mempermudah proses kegiatan sandar, bongkar muat, dan pelayanan jasa pandu kapal tidak terganggu lagi. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

JAKARTA - Pemerintah harus memberikan dukungan kongkret untuk merespons transformasi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) / IPC menjadi trade facilitator.

Dukungan tersebut di antaranya dengan mengondisikan regulasi serta mengembangkan infrastruktur penunjang.

Dengan demikian, pelabuhan bisa mendekatkan dan memudahkan aktivitas produksi, ekspor-impor, yang didukung aliansi shipping line serta jaringan pelaku industri.

Pemerintah berperan sangat sentral. Sebagai regulator, pemerintah bisa mengondisikan regulasi yang mempercepat terbangunnya ekosistem kepelabuhanan, ujar Direktur The National Maritie Institute (Namarin), Siswanto Rusdi MN dalam keterangan pers, Jumat (22/3/2019).

Menurutnya, pemerintah harus jeli membaca peta dan arah persaingan global yang cenderung melahirkan aliansi yang melibatkan pelabuhan, shipping line dan pelaku industri.

Kolaborasi tersebut cenderung memperkecil biaya operasional logistik dan mengangkat nilai tambah barang-barang produksi, dan bahkan bisa mendatangkan market baru.

Dalam konteks ini, pelabuhan seperti IPC bisa menjadi trade facilitator berskala internasional.

Infrastruktur dan suprastrukturnya bisa bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan modern seperti Singapura.

Kapal-kapal ukuran raksasa sudah rajin keluar masuk terminal JICT ataupun Kalibaru (New Priok Container Terminal 1 atau NPCT 1). Bahkan di Kalibaru, sudah ada beberapa crane Super Post Panamax, yang memang dikhususkan untuk bongkar muat kontainer raksasa dengan kapasitas di atas 10 ribu TEUs, ujarnya.

Di beberapa negara seperti Malaysia dan Singapura, kata Siswanto, pemerintah memberi kelonggaran kepada pengelola pelabuhan untuk kreatif melakukan ekspansi mengembangkan jaringan hingga ke lembaga perbankan, asuransi, termasuk dengan instasi pemerintahan sendiri.

Loading...

Comments