Pernikahan (Nyaris) Tanpa Bercinta, Sehatkah?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Pernikahan (Nyaris) Tanpa Bercinta, Sehatkah?

Pernikahan (Nyaris) Tanpa Bercinta, Sehatkah?

KEPONEWS.COM - Pernikahan (Nyaris) Tanpa Bercinta, Sehatkah? Meski tak ada tolok ukur yang pasti, tampaknya sebagian besar merasakan hal yang sama. Pada 2003 silam, Newsweek menuliskannya sebagai laporan utama di bawah judul We re Not In the Mood dan ce...
Loading...

Meski tak ada tolok ukur yang pasti, tampaknya sebagian besar merasakan hal yang sama. Pada 2003 silam, Newsweek menuliskannya sebagai laporan utama di bawah judul We re Not In the Mood dan cerita ini tak pernah benar-benar hilang. Lalu The New York Times pernah melaporkan 15 persen pasangan menikah tidak bercinta dalam 6 bulan hingga satu tahun belakangan.

(Depositphotos)

(Depositphotos)

Beberapa faktor bisa menjadi penyebab mengapa terjadi pernikahan (nyaris) tanpa bercinta. Psikoterapis Tina Tessina, PhD, penulis Money, Sex and Kids: Stop Fighting About the Three Things That Can Ruin Your Marriage, memberi daftar penyebab umum pernikahan (nyaris) tanpa bercinta: salah satu pihak merasa sakit hati atau ditolak berkali-kali, terlalu sibuk atau tak peduli, atau mereka punya masalah komunikasi. Judith Steinhart, seksolog di New York City memberikan alasan yang lebih spesifik. Masalah dalam pernikahan seperti kurangnya rasa percaya, kecemasan, masalah keuangan, kesalahpahaman, tekanan dari anak-anak, semuanya bisa memengaruhi pola seksual pasangan. Pertanyaannya, apakah menurunnya frekuensi bercinta menyebabkan masalah lain atau justru masalah lain-lain itu yang menghentikan kebiasaan bercinta? Itu siklus, terang Dean. Dengan kata lain salah satu bisa menyebabkan hal yang lain, hingga Kamu tak tahu lagi yang mana penyebabnya.

Seberapa sering frekuensi bercinta pasangan yang bisa dikatakan sehat? Ini bervariasi dan menjadi pe-er tersendiri bagi pasangan untuk mencari jumlah yang paling tepat. Tina menyarankan setidaknya seminggu sekali. Keintiman membuat Kamu berdua lengket. Bercinta dibutuhkan untuk memupuk hubungan dengan pasangan. Kamu akan merasa lebih bahagia dan dilimpahi kasih sayang bila secara rajin melakukannya. Wajar terkadang rutinitas ini terlupakan, terutama di minggu-minggu yang penuh ketegangan. Sebagaimana diingatkan Judith, Seks dan ekspresi seksual berubah sepanjang hubungan (pernikahan), menurun, hilang, dan terlupakan. Tapi kabar baiknya, Ini alami dan Kamu bisa kembali pada rutinitas tadi dengan mudah.

Tapi ingat, kalau sampai berbulan-bulan beralu tanpa bercinta, nah ini artinya untuk bicara terbuka. Jangan sampai tiba-tiba sudah setahun Kamu tak bercinta dengan pasangan. Bila terlalu lama dibiarkan, akan lebih sulit menggali masalah sebenarnya. Sudah terlampau banyak terkait dengan amarah dan rasa frustrasi. Bisa dipecahkan, tapi mungkin butuh waktu, kata Tina mengingatkan. Bercinta terjadwal bisa menjadi solusi tepat. Mungkin kedengarannya tidak romantis, kata Dean. Tapi dengan mengurus anak-anak, pekerjaan, dan beres-beres rumah, mungkin ini satu-satunya cara. Sebut saja itu hari kencan Kamu dengan pasangan.

Tanpa bercinta, sehatkah pernikahan?

Para pakar sepakat, pernikahan tanpa bercinta tak bisa dibilang salah, tapi lebih menyengsarakan ketimbang yang bercinta secara rajin. Jadi tak ada salahnya meluangkan ekstra energi untuk masalah yang satu ini. Judith mengingatkan pasangan untuk lebih terbuka membicarakan hasrat seksual masing-masing Fokusnya pada memberi dan mendapatkan kepuasan, tegas Judith. Kalau Kamu yang tak ingin bercinta, coba cari tahu penyebabnya. Mungkin saja ini gangguan fisik yang harus dikonsultasikan dengan dokter atau perasaan negatif perihal sesuatu dalam hubungan Kamu. Jujurlah pada pasangan, ujar Dean menyarankan.

Berarti pernikahan (nyaris) tanpa bercinta tak apa-apa? Ya, tegas Judith. Sepanjang kedua pihak merasa bahagia dan puas dengan hubungan mereka. Makanya penting untuk membicarakannya dengan pasangan dan memastikan Kamu berdua puas dengan hubungan yang dijalani selama ini. Bukan kurangnya bercinta yang jadi masalah, tapi level hasrat bercinta yang biasanya tidak sama.

Rekomendasi

Comments