Perlukah Anak-Anak Dibekali Pengetahuan HIV, Jawaban Psikolog Mengejutkan

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Perlukah Anak-Anak Dibekali Pengetahuan HIV, Jawaban Psikolog Mengejutkan

Perlukah Anak-Anak Dibekali Pengetahuan HIV, Jawaban Psikolog Mengejutkan

KEPONEWS.COM - Perlukah Anak-Anak Dibekali Pengetahuan HIV, Jawaban Psikolog Mengejutkan ZAMAN sekarang orangtua semakin modern dan ini juga yang membuat mereka terbuka dengan banyak berita. Beberapa bahkan mempengaruhi pola asuh anak. Misalnya, membiarkan anak makan dengan ponsel di geng...
Loading...

ZAMAN sekarang orangtua semakin modern dan ini juga yang membuat mereka terbuka dengan banyak berita. Beberapa bahkan mempengaruhi pola asuh anak. Misalnya, membiarkan anak makan dengan ponsel di genggaman.

Selain itu, beberapa orangtua sudah semakin terbuka dengan pendidikan seks. Hal ini dianggap penting supaya anak ketika besar nanti dia tahu mana yang baik untuk dirinya mana yang tidak, terutama dalam hal seksualitas. Tapi, bagaimana dengan pengenalan HIV? Bolehkah anak dikenalkan dengan penyakit tersebut?

Menurut penjelasan Psikolog Anna Surti Ariani anak-anak belum perlu diberikan pemahaman mengenai HIV. Psikolog Anna memaparkan untuk pemahaman HIV biasanya dibekali ke remaja, bukan anak-anak dengan alasan kemampuan berpikir.

Olla Ramlan Berhijab, Pesona Cantiknya Terpancar Banget!

"Kemampuan berpikir remaja sudah tak berbentuk, sementara itu anak-anak cara berpikirnya masih konkret, mereka tidak bisa berpikir kompleks. Sedangkan, pemahaman mengenai HIV ini terbilang tak berbentuk," terang Psikolog Anna pada Okezone.

"Ya, HIV tidak terlihat mata, bagaimana kemudian virus masuk, enggak kelihatan. Hal semacam itu bukan hal-hal yang dapat diciduk anak-anak," tambahnya.

Dia memaparkan, pemahaman tersebut memang lebih baik diberikan kepada para remaja, karena dianggap menjadi gerbang dari berita penyakit ini. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan kasus HIV di Indonesia pun bisa semakin terkendali.

Sekadar berita, rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu masa remaja awal, 12-15 tahun. Masa remaja pertengahan, 15-18 tahun, masa remaja akhir, 18-21 tahun.

Bintang Panas Sally Marcellina Bergaya Syur, Branya Sampai Mengintip

Tapi, selain risiko-risiko HIV, para remaja ini pun harus diberikan berita wacana cara penularannya. Menurut Anna, kesulitan yang masih terjadi sampai sekarang ialah mereka itu tidak menyadari kalau tubuhnya berisiko.

Alhasil, kebiasaan dia tidak terkontrol dengan baik dan ini berisiko menyerang orang lain tentunya dalam kondisi-kondisi tertentu. Selain itu, pendidikan seksualitas juga penting diterapkan sedini mungkin, agar anak-anak atau remaja tahu batasan dan mengenali tubuhnya dengan baik.

(mrt)

Loading...

Comments