Perintah Kapolri Sangat Jelas, Unit Jatanras dan Penikam Bergerak, Lihat Hasilnya

Nasional

News / Nasional

Perintah Kapolri Sangat Jelas, Unit Jatanras dan Penikam Bergerak, Lihat Hasilnya

Perintah Kapolri Sangat Jelas, Unit Jatanras dan Penikam Bergerak, Lihat Hasilnya

KEPONEWS.COM - Perintah Kapolri Sangat Jelas, Unit Jatanras dan Penikam Bergerak, Lihat Hasilnya Minggu, 13 Juni 2021 00:49 WIB Sejumlah orang diduga preman diamankan saat Operasi Pekat di kantor Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/6). Foto: Antara MAKASSAR - Polisi menga...

Minggu, 13 Juni 2021 00:49 WIB

Perintah Kapolri Sangat Jelas, Unit Jatanras dan Penikam Bergerak, Lihat Hasilnya

Sejumlah orang diduga preman diamankan saat Operasi Pekat di kantor Polrestabes Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/6). Foto: Antara

MAKASSAR - Polisi mengamankan seratusan orang diduga preman di Makassar, Sulawesi Selatan.

Preman tersebut diamankan dalam Operasi Pekat sebagai tindak lanjut arahan Kapolri untuk memberantas premanisme dan pungutan liar.

"Kami melakukan Operasi Pekat yaitu operasi premanisme sesuai arahan dan perintah pimpinan," kata Wakasat Reskrim Polrestabes Makassar AKP Sugeng Suprijanto, Sabtu (12/6).

Dia menyatakan operasi ini bagian dari peningkatan atas gangguan kamtibmas, serta arahan Kapolri untuk menekan tindakan kriminalitas baik di jalan raya, serta daerah rawan lainnya.

Operasi premanisme tersebut ditentukan pada semua jalan raya protokol, termasuk tempat yang dianggap mengganggu kerawanan lalu lintas dan keamanan Kota Makassar.

Beberapa dari mereka yang diamankan petugas ialah "pak ogah" atau orang yang mengarahkan kendaraan pada tiap belokan.

"Diamankan seratusan orang kurang lebih. Mereka diamankan pada beberapa titik. Mereka diduga melakukan parkir liar dan pemalakan orang maupun aktivitas kendaraan yang akan berbelok di tikungan (bukaan) pada sejumlah jalan raya," ungkap dia.

Seluruh preman tersebut dibawa ke kantor Polrestabes Makassar untuk didata dan diminta keterangannya. Bila terbukti bersalah maka akan ditahan.

BERITA TERKAIT

SPONSORED CONTENT

Comments