PERDAMI Imbau Pasien Tunda Jadwal Perawatan Mata Non-Urgensi

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

PERDAMI Imbau Pasien Tunda Jadwal Perawatan Mata Non-Urgensi

PERDAMI Imbau Pasien Tunda Jadwal Perawatan Mata Non-Urgensi

KEPONEWS.COM - PERDAMI Imbau Pasien Tunda Jadwal Perawatan Mata Non-Urgensi Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) belum lama ini mengeluarkan surat edaran berisikan himbauan perihal pembatasan pelayanan mata baik di instalasi rawat jalan/poliklinik maupun kama...

Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) belum lama ini mengeluarkan surat edaran berisikan himbauan perihal pembatasan pelayanan mata baik di instalasi rawat jalan/poliklinik maupun kamar operasi. Dalam surat edaran itu terdapat beberapa poin penting yang harus diperhatikan oleh para dokter gigi Indonesia.

Pada poin pertama, setiap dokter diimbau untuk membatasi pelayanan kesehatan mata hanya untuk kasus urgent dan emergensi (sight-threatening), serta menunda konsultasi yang bersifat elektif atau non emergensi.

Sementara untuk kasus dengan tingkat urgensi tinggi atau emergensi tetap dilakukan dengan memperhatikan aspek keselamatan dokter dan pasien. Termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada kasus yang dicurigai terkait COVID-19.

Periksa Mata

Terkait pelayanan rawat jalan kasus non-emergensi dan non-urgent, pasien juga diimbau untuk melakukan penjadwalan kembali pada waktu yang lebih kondusif. Hal ini juga berlaku untuk pelayanan tindakan operatif elektif agar dapat dijadwalkan kembali pada waktu yang lebih kondusif.

"Adapun rekomendasi ini dikeluarkan sebagai bentuk partisipasi aktif PERDAMI untuk optimalisasi usaha penelanan penyebaram wabah virus corona lebih lanjut, dan demi kesehatan serta keselamatan para anggota PERDAMI untuk mengurangi risiko paparan yang dapat dihindari selama ditetapkannya status COVID-19 sebagai Bencana Nasional," tulis pernyataan tersebut.

Lantas, seperti apa kondisi emergensi yang memungkinkan seseorang untuk tetap melakukan pemeriksaan ke dokter mata?

Menurut penjelasan dokter spesialis mata, Ferdiriva Hamzah, Sp.M, dari RS Mata JEC Primasana, Tanjung Priok, setidaknya ada empat kondisi yang dianjurkan bagi pasien untuk segera melakukan pemeriksaan antara lain; mata merah, buram mendadak, stress berat mata, dan nyeri hebat.

"Bila harus berobat namun sedang demam/batuk, gunakanlah masker dengan benar dan ikuti intruksi petugas di rumah sakit atau klinik," tutur dr. Riva saat dihubungi Okezone via pesan singkat, Selasa (1/4/2020).

Dokter sekaligus selebtwit yang kini mulai merambah dunia TikTok itu juga menyarankan agar pasien yang ingin melakukan treatment lasik mata untuk segera menundanya.

Pasalnya, belum lama ini, dia mendapatkan banyak permintaan lasik dari sejumlah pasien yang datang dari luar kota Jakarta.

"Pusing aku liat orang luar kota yang berani datang ke Jakarta hanya untuk LASIK doang. Nantilaaaah. Masya Allah! Kek gak ada waktu lain aja," tulis dokter Riva di akun Twitter pribadinya.

Selidik punya selidik, meningkatnya permintaan masyarakat untuk melakukan treatment lasik ternyata tidak terlepas dari tes penerimaan anggota POLRI yang akan diselenggarakan bertepatan dengan bulan Ramadhan.

"Ada pasien ngotot pengin LASIK. Emang test kepolisian bulan depan, ya? Gak diundur sedang keadaan begini? Mungkin ada yang tau," tanya Riva.

Cuitan Riva langsung direspons oleh sejumlah netizen. Sebagian membenarkan bahwa proses penerimaan terpadu anggota POLRI pada awalnya dijadwalkan bulan Maret-April ini.

Namun menilik unggahan di akun instagram @rekrutmen_polri, atas pertimbangan pandemi virus corona (COVID-19), jadwal tes ditunda sampai dengan Juni 2020.

(hel)

Comments