Pengemis Tua Minta Makan Pada Mahasiswi, Hal Luar Biasa Kemudian Terjadi

Kepo Stories

Ragam / Kepo Stories

Pengemis Tua Minta Makan Pada Mahasiswi, Hal Luar Biasa Kemudian Terjadi

english3

Sejatinya, menyebarkan meja makan dengan seorang pengemis bukanlah sesuatu yang dapat dilihat atau dilakukan dalam kehidupan nyata kita. Namun bagi Faye Ares, seorang mahasiswi asal Filipina, hal tersebut bukanlah sesuatu yang aneh.

Faye memutuskan untuk makan siang bersama seorang pengemis sambil mendengarkan kisah hidupnya. Faye kemudian membagikan pengalaman menyentuhnya dan kisah tersebut pun langsung menjadi viral.

Pada jam 2 sore kemarin, sedang saya berjalan di mal sambil memikirkan apa yang akan dimakan, tiba-tiba seorang pria tua datang menghampiri. Tulis Faye.

Pria tua itu berkata, maaf tapi saya harus katakan sesuatu. Tolonglah jangan marahi saya dan maaf mengganggu. Saya tidak akan meminta uang. Tapi saya ingin meminta makanan karena saya lapar, tambah Faye.

Awalnya saya terkejut, bukan karena dia orang yang tidak dikenal, tetapi karena dia sangat fasih berbahasa Inggris. Hati saya tersentuh melihat betapa lemahnya kondisi pria tua tersebut, tulisnya.

viral_20170513_130559

Faye mengundang pengemis itu ke restoran Jollibee, pengemis itu berkata, benarkah? seolah - olah tak percaya. Faye kemudian melanjutkan ceritanya.

Saya dapat melihat kegembiraan di wajahnya tatkala matanya mulai menitikkan air mata. Saya meminta dia menemukan meja untuk kami berdua sementara saya mengantri untuk mendapatkan makanan. Setelah semenit berlalu, dia datang ke arah saya dan berkata, saya sangka Paman sudah kehilangan kamu tadi.

Setelah makanan disajikan, Faye duduk satu meja dan menikmati makan siangnya dengan peminta sedekah tersebut. Sementara bersantap, Faye bertaya banyak sekali pertanyaan kepada pria itu, ia mengetahui nama pengemis itu merupakan Jansen Locsin.

Apa yang mengejutkan? Ternyata dia ialah lulusan dari Ateneo de Manila University jurusan Ekonomi. Jansen juga pernah mengajar di University of the Philippines Manila dan Ateneo de Manila University.

Jansen tak memiliki anak atau istri, ayahnya telah meninggal sedangkan ibunya masih hidup. Hasratnya Cuma satu, ia hanya ingin kembali ke pangkuan keluarganyadi Bacolod. Pengemis berusia 70 tahun itu datang ke Cebu untuk urusan usaha, tapi tidak berhasil dan jatuh bangkrut.

Ia kemudian menyarankan pada Faye untuk belajar sungguh - sungguh karena itu ialah modal masa depannya.

Setelah kami selesai makan di Jollibee, kami keluar meninggalkan restoran itu dan saya memberinya sebotol air dan uang sebesar 100 peso. Jumlahnya kecil, tetapi ia tetap bisa membantunya. tulis Faye lagi.

Saya memohon maaf kepadanya karena saya tidak bisa memberikan jumlah yang lebih banyak karena saya masih seorang pelajar. Tapi dia sangat senang dan air matanya mulai tampak di matanya. tambah Faye.


Comments