Pendiri Alibaba Jack Ma Kembali 'Menghilang' dari Publik

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Pendiri Alibaba Jack Ma Kembali 'Menghilang' dari Publik

Pendiri Alibaba Jack Ma Kembali 'Menghilang' dari Publik

KEPONEWS.COM - Pendiri Alibaba Jack Ma Kembali 'Menghilang' dari Publik Pengusaha tersohor asal China, Jack Ma, sedang "tiarap" dan menghindari sorotan publik, kata seorang pejabat eksekutif Alibaba. Joe Tsai, salah satu pendiri gerai raksasa tersebut, mengatakan kepada C...

Pengusaha tersohor asal China, Jack Ma, sedang "tiarap" dan menghindari sorotan publik, kata seorang pejabat eksekutif Alibaba.

Joe Tsai, salah satu pendiri gerai raksasa tersebut, mengatakan kepada CNBC bahwa dirinya setiap hari berbicara dengan Jack Ma.

"Kabar dia sebenarnya sangat, sangat baik. Dia melukis untuk menyalurkan hobi, dan benar-benar sangat baik," kata Tsai.

Jack Ma sebelumnya pernah menghilang dari publik setelah terjegal masalah dengan regulator China pada November lalu.

Selangkah lagi dia bisa kembali menjadi orang terkaya di China setelah perusahaan pembayaran digital Ant Group - yang berhubungan dengan Alibaba - melantai secara perdana di bursa saham Hong Kong dan Shanghai. Nilainya sekitar US$34,4 miliar atau setara Rp493,7 triliun.

Namun, penawaran umum terbesar di dunia ini dihentikan oleh regulator China, dengan alasan terdapat "masalah besar" dalam pengaturan di perusahaan.

Tindakan ini diyakini dipicu oleh kritik Jack Ma terhadap sektor keuangan China.

Sejumlah analis melihat insiden itu sebagai cara Beijing untuk mengendalikan sebuah perusahaan yang terlalu kuat, dan pimpinannya yang terlalu banyak bicara.

Dalam sebuah konferensi teknologi finansial, Jack Ma sempat membandingkan bank konvensional dengan "pegadaian", memuji manfaat sistem perbankan digital, serta menekankan bahwa keputusan pinjaman masa depan harus berdasarkan data, bukan agunan.

Ant Group menjalankan Alipay, sistem pembayaran online utama di China, yang penggunaannya telah melampaui pembayaran dengan cara konvensional yaitu uang tunai, cek, dan kartu kredit.

Alibaba, yang menjadi sepertiga kekuatan dari Ant Group, mengalami penurunan harga saham setelah penangguhan diumumkan.

Penyelidikan antimonopoli

Jack Mat at the inaugural meeting of Zhejiang E-Merchant Bank in 2015.Getty Images

Setelah itu, China mengumumkan penyelidikan antimonopoli terhadap Alibaba, platform jual-beli terbesar di China.

Puncaknya, Alibaba didenda US$2,8 miliar atau sekitar Rp43 triliun oleh regulator China pada April lalu dengan tuduhan perusahaan ini telah menyalahgunakan posisi pasarnya selama bertahun-tahun.

Dua hari kemudian, Ant Group mengumumkan rencana restrukturisasi besar-besaran, di bawah tekanan regulator yang memaksa perusahaan untuk mengambil fungsi seperti bank konvensional dari pada perusahaan teknologi.

Comments