Pendeta di Beirut yang Melakukan Misa Live Streaming Kabur Saat Ledakan Besar Mengguncang Gereja

Unik

Ragam / Unik

Pendeta di Beirut yang Melakukan Misa Live Streaming Kabur Saat Ledakan Besar Mengguncang Gereja

Pendeta di Beirut yang Melakukan Misa Live Streaming Kabur Saat Ledakan Besar Mengguncang Gereja

KEPONEWS.COM - Pendeta di Beirut yang Melakukan Misa Live Streaming Kabur Saat Ledakan Besar Mengguncang Gereja Rekaman dari sebuah misa yang disiarkan langsung di sebuah gereja di Beirut menunjukkan seorang pendeta berlari untuk menyelamatkan diri ketika ledakan besar mengguncang gedung itu. Ledakan itu merob...

Rekaman dari sebuah misa yang disiarkan langsung di sebuah gereja di Beirut menunjukkan seorang pendeta berlari untuk menyelamatkan diri ketika ledakan besar mengguncang gedung itu.

Ledakan itu merobek pelabuhan di Beirut, Lebanon, Selasa, 4 Agustus, ketika kebakaran terjadi di tempat yang diyakini sebagai gudang yang menyimpan sekitar 2.750 ton amonium nitrat, bahan yang digunakan dalam bom pupuk.

Banyak sekali isu memperlihatkan cuplikan dan gambar ledakan itu secara online, dan ledakan itu juga terdampak pada gereja yang diciduk langsung di kamera di sebuah gereja terdekat tempat misa suci disiarkan langsung secara online.

Dalam video tersebut menunjukkan seorang pendeta, yang belum diidentifikasi, memberikan misa kepada umat melalui webcam saat ledakan mengguncang gereja dan menyebabkan lampu padam.

Beberapa detik kemudian, jendela kaca patri mulai berjatuhan, mendorong pendeta untuk berlari ke luar dari puing-puing. Kamera berguncang dan jatuh ke tanah tetapi terus merekam teriakan para pengunjung gereja.

Tidak jelas apakah pastor atau umatnya terluka, tetapi angka terbaru dari The Guardian menyatakan lebih dari 100 orang tewas dan 4.000 lainnya cedera di Beirut karena ledakan tersebut.

Ledakan itu merupakan yang paling kuat yang pernah merobek Beirut, menghancurkan silo yang berisi 85% biji-bijian milik negara serta gudang yang berisi persediaan medis.

(Foto: PA)

Saat menggambarkan ledakan itu pada Reuters, walikota Beirut, Jamal Itani, mengatakan:

Ini seperti zona perang. Saya tidak dapat berkata-kata. Ini ialah malapetaka bagi Beirut dan Lebanon.

George Kettani, kepala Palang Merah Lebanon, mengatakan organisasi itu masih menyisir daerah itu untuk mencari pada korban. Dia menambahkan: Mungkin masih ada korban. Saya harap tidak.

Palang Merah berkoordinasi dengan kementerian kesehatan Libanon untuk menyiapkan kamar mayat bagi mereka yang tewas dalam ledakan itu karena rumah sakit menjadi begitu penuh dengan korban.

(Foto: PA)

Rumah sakit semenjak itu meminta orang dengan cedera yang tidak mengancam jiwa untuk tinggal di rumah karena mereka tidak dapat mengatasi masuknya pasien.

Presiden Michel Aoun mengatakan 2.750 ton amonium nitrat telah disimpan selama enam tahun di pelabuhan tanpa langkah-langkah keamanan, keputusan yang dia gambarkan sebagai tidak dapat diterima .

Sumber resmi yang mengetahui penyelidikan awal, yang dikutip oleh Reuters, menyalahkan insiden itu karena kelalaian.(yn)

Sumber: Unilad

Comments