Penanganan Karhutla: Riau Mulai Hujan Rintik, Kalteng Alami Hujan Deras

Nasional

News / Nasional

Penanganan Karhutla: Riau Mulai Hujan Rintik, Kalteng Alami Hujan Deras

Penanganan Karhutla: Riau Mulai Hujan Rintik, Kalteng Alami Hujan Deras

KEPONEWS.COM - Penanganan Karhutla: Riau Mulai Hujan Rintik, Kalteng Alami Hujan Deras JAKARTA - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan pihaknya terus melakukan optimalisasi operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk menangani...
Loading...

JAKARTA - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan pihaknya terus melakukan optimalisasi operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) atau hujan buatan untuk menangani bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Penguatan sinergi pun dilakukan BPPT dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Mengikuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Rapat Terbatas (Ratas) mengenai karhutla yang diadakan di Pekanbaru Riau, Senin (16/9/2019) lalu, Hammam menegaskan komitmen BPPT dalam penanganan bencana tahunan itu melalui Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC) BPPT.

Ia pun memberikan bahwa Jokowi juga sempat melakukan pemantauan posko TMC di Riau pada 17 September lalu, sehari setelah Ratas.

Pengakuan Guru Honorer Pemeran Video Syur, Mengaku Stress berat dan Tak Tahu Sedang Direkam

Saat itu, potensi awan yang dibutuhkan untuk proses penyemaian garam atau Natrium Klorida (NaCl) masih belum terlihat tumbuh secara baik.

Hal itu karena munculnya kabut asap yang cukup pekat pada ketinggian 8.000 kaki yang menghambat pembentukan awan hujan.

"Tanggal 17 (September), pada saat beliau berkunjung paginya ke Riau, (awan) masih belum tumbuh dengan baik, karena asap yang masih pekat dari permukaan tanah ke level ketinggian 8.000 kaki," ujar Hammam, saat ditemui di Gedung BPPT, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (19/9/2019).

Bahkan kepekatan kabut asap di Riau itu cukup untuk membuat terbatasnya jarak pandang.

"Jadi sampai ke 8.000 kaki itu memang masih pekat, jarak pandangnya juga (terbatas). Meskipun begitu, ada beberapa spot awan di Riau itu masih belum bisa menjadi hujan yang sampai ke tanah," jelas Hammam.

Sedangkan untuk penanganan karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng), Hammam memberikan bahwa pada 17 September lalu, dilakukan pula penyemaian garam di provinsi itu.

Penanganan Karhutla: Riau Mulai Hujan Rintik, Kalteng Alami Hujan Deras

Comments