Penampakan Gamer di Masa Depan, Kulit Pucat dan Punggung Bungkuk

Games

Updates / Games

Penampakan Gamer di Masa Depan, Kulit Pucat dan Punggung Bungkuk

Penampakan Gamer di Masa Depan, Kulit Pucat dan Punggung Bungkuk

KEPONEWS.COM - Penampakan Gamer di Masa Depan, Kulit Pucat dan Punggung Bungkuk Kelompok peneliti OnlineCasino.ca menampilkan sebuah sosok masa depan dari seorang gamer hardcore. Penampakan yang mereka panggil Michael ini mempunyai penampakan wajah yang pucat dengan punggun...

Kelompok peneliti OnlineCasino.ca menampilkan sebuah sosok masa depan dari seorang gamer hardcore. Penampakan yang mereka panggil Michael ini mempunyai penampakan wajah yang pucat dengan punggung yang membungkuk.

Dilansir dari situs Metro, Kamis, 9 April 2020, visualisasi ini merupakan penampakan dari seorang gamer dalam 20 tahun ke depan apabila tidak memperhatikan kesehatan dan bermain secara sembarang.

"Kulit mereka akan terlihat pucat karena bertahun-tahun ada di dalam cahaya buatan sehingga kekurangan vitamin D dan B-12. Mereka juga mempunyai eksim dikaki dan lengan. Punggungnya bungkuk permanen," demikian menurut laporan OnlineCasino.ca.

Penyebab kondisi seperti itu ialah karena mereka kurang tidur, dehidrasi, serta kurang vitamin D. Gamer juga bisa sakit mata sampai jari yang melepuh.

Contoh ini hanya beberapa efek karena menghabiskan banyak waktu online, hanya di kursi, tidak terkena Matahari dan kurang aktivitas fisik.

Game online Fortnite.

Imbau Main Game Online Aja di Rumah, WHO Dinilai 'Jilat Ludah Sendiri'

Ilustrasi game online.

Bukan April Mop, COVID-19 Bikin Untung Pabrikan Game Online

Ilustrasi memainkan game di mobile dan PC

Epic Games Gratiskan Game Online World War Z

Call of Duty World at War

Pandemi Virus Corona, Fortnite dan COD Laris Manis

Parlemen Australia mengusulkan sebuah RUU yang akan mewajibkan verifikasi batas umur 18 tahun untuk menonton konten pornografi.

Konten Porno dan Game Online Ancaman Baru Australia, RUU Baru Digodok

Ilustrasi orang kaya.

Catat! Cuma Orang Kaya yang Bisa Hidup Kekal Tak pernah mati

Tim ingin para gamer mengubah kebiasaan mereka, seperti melakukan peregangan, makan dengan baik dan tidak dehidrasi. Baru-baru ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggalakkan masyarakat untuk tetap berada di dalam rumah dan bermain game online.

Langkah ini dilakukan untuk menghentikan penyebaran wabah Virus Corona (COVID-19) yang mengganas di seluruh belahan dunia. Lockdown atau isolasi mandiri menyebabkan masyarakat menghabiskan rata-rata 19 persen waktu mereka untuk bermain game.

Padahal, sebelumnya organisasi ini telah menetapkan kecanduan game sebagai gangguan psikologis. Keputusan ini tidak hanya dikecam para gamer, namun juga dari kalangan akademisi dan industri.

Comments