Pemerintah Targetkan Pandemi Covid-19 Kelar April 2022

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Pemerintah Targetkan Pandemi Covid-19 Kelar April 2022

Pemerintah Targetkan Pandemi Covid-19 Kelar April 2022

KEPONEWS.COM - Pemerintah Targetkan Pandemi Covid-19 Kelar April 2022 PEMERINTAH Indonesia menargetkan perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi pada April 2022. Oleh karena itu, perluasan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan secara ketat, serta pengetesan da...

PEMERINTAH Indonesia menargetkan perubahan status pandemi Covid-19 menjadi endemi pada April 2022.

Oleh karena itu, perluasan vaksinasi, penerapan protokol kesehatan secara ketat, serta pengetesan dan pelacakan masif merupakan sebagian kebutuhannya. Sayangnya, ada peluang Indonesia dilanda gelombang ketiga pada Januari 2022 jikalau sampai lengah.

pandemi Covid-19

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi mengatakan, Indonesia sudah mendekati momen kemenangan melawan Covid-19. Namun, jangan lengah. Nanti akan mundur lagi, ujarnya dalam webinar Pelatihan Penguatan Gerakan Pramuka 5 : Taktik Komunikasi Publik Covid-19 Menuju Natal dan Tahun Baru serta Pengumuman Kompetisi Video Pramuka Lawan Covid-19 yang diselenggarakan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan KPCPEN.

Di sejumlah negara dengan cakupan vaksinasi di atas 70 persen, gelombang demi gelombang Covid-19 terus berulang. Penyebab utamanya merupakan pengabaian protokol kesehatan kala pembatasan gerak dan mobilitas dilonggarkan.

Banyak orang mengabaikan memakai masker dan menjaga jarak. Padahal, kombinasi menjaga jarak dan memakai masker bisa memangkas risiko penularan Covid-19 hingga 80 persen. Risiko penularan juga bisa ditekan bila rajin mencuci tangan.

Sonny mengatakan, sudah ada beberapa skenario pandemi di Indonesia dalam beberapa bulan mendatang. Bila cakupan vaksinasi rendah, protokol kesehatan diabaikan, pembatasan gerak dan mobilitas dilonggarkan, serta varian baru masuk, maka akan ada lonjakan kasus atau gelombang ketiga pada Januari 2022.

Kalau sampai terjadi lonjakan di Januari, Indonesia akan kembali seperti di Juli. Mundur lagi, mengulang lagi seperti terjadi di banyak negara, ujarnya.

Sebaliknya, Indonesia menuntaskan tahap pandemi dan mengubahnya menjadi endemi jikalau cakupan vaksinasi diperluas, protokol kesehatan terus diterapkan sangat ketat, varian baru bisa dicegah masuk, dan mobilitas tetap terkendali. Sekarang perbatasan diperketat, kata dia.

Indonesia mengharuskan seluruh orang dari luar negeri mengarantina diri hingga 10 negara. Bahkan, ada larangan masuk bagi orang yang datang dari negara yang sudah mendeteksi virus Covid-19 galur omicron.

Optisme Indonesia mengubah pandemi menjadi endemi punya dasar kuat. Menurut panduan WHO, Indonesia harus menggelar pemeriksaan paling sedikit terhadap 280.000 orang per pekan dengan angka kasus baru paling tinggi 2.700 kasus per hari.

Semenjak Oktober 2021, pemeriksaan selalu di atas 200.000. Sementara jumlah kasus baru selalu di bawah 1.000. Bahkan semenjak November, rata-rata jumlah kasus baru di bawah 500. Indonesia diakui dunia sebagai salah satu negara dengan penanganan covid terbaik di dunia. Karena kita belajar dari negara lain. di negara lain, saat kasus rendah, pelonggaran aktivitas diikuti pengabaian protokol kesehatan, ujarnya.

Direktur Tata Kelola Kemitraan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo, Hasyim Gautama mengatakan, kondisi pandemi amat dinamis sehingga kebijakan pemerintah harus disesuaikan. Dalam kondisi itu, sebagian pembaruan komunikasi kebijakan belum tersampaikan ke masyarakat. Gerakan Pramuka berperan penting memberikan komunikasi ini, kata dia.

Inti komunikasi terutama pembiasaan gaya hidup baru di era pandemi. Kebiasaan menjaga jarak, memakai masker, dan menjaga kebersihan harus terus digaungkan agar masyarakat tetap menerapkannya. Alasannya adalah, masih ada sekelompok pihak mengabaikan protokol kesehatan. Padahal, pandemi masih di sini.

Sekretaris Komisi Pengabdian Masyarakat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Irawan Laliasa mengatakan, sosialisasi kebiasaan baru merupakan salah satu fokus Gerakan Pramuka di tengah pandemi. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka telah mendapatkan pendaftaran 20.603 Duta Kebiasaan Baru di antara anggotanya.

Tugas utama mereka ikut menyosialisasikan protokol kesehatan, membantu pelacakan kontak erat, hingga membantu vaksinasi. Beberapa kwartir aktiv terlibat proses vaksinasi. Sementara di menyebarkan kwartir hingga tingkat kecamatan dan gugus depan, sosialisasi kebiasaan baru sudah semakin masif dilakukan. Hal itu bagian dari inovasi Gerakan Pramuka di tengah pandemi.

Pandemi bukan hambatan bagi Gerakan Pramuka. Justru ini kesempatan inovasi Gerakan Pramuka, kata dia.

Ilmuwan Ungkap Fakta Baru Asal Usul Covid-19, Benarkah dari Kelelawar?

Anggota Gerakan Pramuka diharapkan menjadi contoh dan itu sudah dilakukan lewat banyak sekali kegiatan.

(DRM)

Comments