Pemerintah Diminta Sediakan Informasi Mengenai Produk Alternatif Tembakau

Internasional

News / Internasional

Pemerintah Diminta Sediakan Informasi Mengenai Produk Alternatif Tembakau

Pemerintah Diminta Sediakan Informasi Mengenai Produk Alternatif Tembakau

KEPONEWS.COM - Pemerintah Diminta Sediakan Informasi Mengenai Produk Alternatif Tembakau JAKARTA - Pemerintah diminta menyediakan berita mengenai produk alternatif tembakau yang lebih baik dan memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkannya.Berdasarkan penelitian yang ada ketika ini diangga...

JAKARTA - Pemerintah diminta menyediakan berita mengenai produk alternatif tembakau yang lebih baik dan memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkannya.

Berdasarkan penelitian yang ada ketika ini dianggap sudah cukup untuk mendorong pemerintah mengadopsi prinsip pengurangan bahaya tembakau.

Kebijakan yang baik harus didasarkan pada penelitian ilmiah yang komprehensif, dan jumlah penelitian yang membuktikan manfaat produk alternatif pengganti rokok sudah sangat banyak diterbitkan," ujar Ketua Global Forum on Nicotine, Dave Sweanor, Senin(19/6/2017).

Hal tersebut dikatakan Sweanor terkait acara Forum Nikotin Global 2017 (Global Forum on Nicotine 2017 - GFN) yang berlangsung di Warsawa tanggal 15 - 17 Juni 2017 lalu bersama dengan sekitar 400 peserta dari lebih dari 50 negara.

GFN tahun ini mengangkat tema Mengurangi Risiko, Menyelamatkan Nyawa yang menekankan pada komitmen pengembangan dan promosi kebijakan berbasis bukti ilmiah atas produk-produk alternatif pengganti rokok yang lebih aman bagi kesehatan.

Forum ini juga membahas mengenai perkembangan ilmu dan teknologi yang pesat pada sektor konsumsi nikotin termasuk terkait kebijakan yang tepat untuk mengatur hal tersebut.

Hal senada pun turut diungkapkan oleh Dr Ardini Saptaningsih, Penasihat Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI), menurutnya pemerintah Indonesia perlu mengadopsi prinsip pengurangan bahaya bagi rokok melalui hadirnya regulasi yang mengakomodir alternatif pengganti rokok dan tidak serta-merta melarang.

Mengingat tingginya angka perokok di Indonesia, YPKP Indonesia percaya bahwa Indonesia harus segera mengadopsi prinsip pengurangan bahaya bagi penggunaan produk tembakau.

Khusus terkait nikotin, Ketua YPKP Indonesia, Prof. Achmad Syawqie menyatakan ada kesalahpahaman di masyarakat yang menganggap bahwa nikotin merupakan zat yang berbahaya, padahal sebagaimana yang disepakati oleh banyak pakar zat berbahaya dari rokok merupakan TAR yang dihasilkan melalui proses pembakaran rokok, sehingga penting akan hadirnya produk-produk alternatif rokok yang tidak memiliki proses pembakaran.

"Berita terkait nikotin tersebut dirasa perlu untuk disosialisasikan lebih luas," tegas Prof. Syawqie.

Dr. Ardini juga menambahkan adanya regulasi tersebut akan menguntungkan sektor kesehatan publik.

Eky Pratama, sebagai perwakilan komunitas pengguna rokok eletrik, menyambut baik hasil penelitian YPKP maupun diskusi yang belangsung pada GFN 2017.

Eky berharap pemerintah dapat memberikan keleluasaan bagi produk-produk alternatif rokok.

Apabila produk-produk alternatif rokok ini diberikan regulasi yang terlalu ketat, maka akan menyulitkan para perokok untuk dapat mengakses berita sehingga dikhawatirkan akan mengurangi minat mereka untuk beralih ke produk yang lebih baik bagi mereka dan lingkungannya," ujarnya.

Pemerintah Diminta Sediakan Informasi Mengenai Produk Alternatif Tembakau

Comments

loading...