Pemblokiran Situs Radikal oleh Kominfo

Tekno & Gadget

Updates / Tekno & Gadget

Pemblokiran Situs Radikal oleh Kominfo

Pemblokiran Situs Radikal oleh Kominfo

KEPONEWS.COM - Pemblokiran Situs Radikal oleh Kominfo JAKARTA - Awal tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) memblokir sekira 24 situs yang dianggap menyebarkan paham radikal. Dari laporan masyarakat tentang situs yang diduga mendukung...
Loading...

JAKARTA - Awal tahun ini, Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) memblokir sekira 24 situs yang dianggap menyebarkan paham radikal. Dari laporan masyarakat tentang situs yang diduga mendukung perjuangan ISIS tersebut, pemerintah melalui Kominfo memutuskan memblokir situs tersebut.

Sebagian besar dari situs tersebut dibuat menggunakan platform blog seperti Blogspot dan Wordpress. Selain situs-situs berisi konten radikal, Kominfo juga menerima laporan masyarakat adanya akun di media sosial yang mengandung konten pornografi anak. Dalam dua tahun terakhir, tercatat Kominfo telah memblokir sekira 800 ribu situs.

BERITA REKOMENDASI


Porsi paling besar sekira 90%, diisi oleh konten pornografi, sedangkan sisanya merupakan situs-situs berbau kekerasan dan perjudian. Meski demikian, tidak mudah bagi Kominfo untuk memblokir seluruh situs porno yang ada. Sebab menurut Menkominfo, Rudiantara, jumlah situs porno tumbuh lebih besar dibandingkan aksi pemblokirannya.

Pemerintah juga memiliki program untuk mendukung internet sehat dan mencegah dampak buruk internet bagi pengguna di Indonesia. Kominfo memiliki tiga pendekatan dalam menangani penyalahgunaan teknologi informasi komunikasi (TIK).

Pendekatan Teknologi

Pendekatan teknologi dilakukan guna melindungi pelajar dari konten dan akses situs negatif melalui sistem penyaringan konten negatif yaitu Trust Positif, DNS Nawala, dan Sistem Whitelist Nusantara yang menyediakan rekomendasi situs-situs positif.

Pendekatan Hukum

Kominfo juga melakukan pencegahan melalui pendekatan hukum, yakni dengan mengacu kepada Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektonik (UU ITE) Pasal 27 sampai 29 yang menjelaskan perbuatan yang dilarang untuk disebarluaskan karena berisi informasi kesusilaan, perjudian, penghinaan, pemerasan berita bohong, SARA, serta ancaman kekerasan, UU tentang Pornografi, serta UU tentang Hak Cipta.

Pendekatan Sosio Kultural

Pendekatan sosio kultural dilakukan melalui pelatihan agen perubahan informatika (internet CAKAP dan Relawan TIK), pembuatan video animasi digital hero Indonesia, serta penyelenggaraan berbagai kompetisi seperti INAICTA, AICTA, Duta Internet CAKAP, dab Kartini Next Generation.

Pada November 2016, Kominfo juga memblokir 11 situs yang dianggap bermuatan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Plt Kepala Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika, Noor Iza, menjelaskan bahwa Kominfo memblokir 11 situs tersebut setelah mendapatkan aduan dari masyarakat dan instansi terkait seperti Polri.

"Alasannya karena 11 situs tersebut dilaporkan memuat konten hatespeech, SARA, dan sebagainya," imbuh Noor Iza.

Sebanyak 11 situs yang dilaporkan dan telah diblokir tersebut antara lain Lemahirengmedia, Portalpiyungan, Suara-Islam, Smstauhiid, Beritaislam24h, Bersatupos, Pos-Metro, Jurnalmuslim, Media-nkri, Lontaranews, dan Nusanews.

Pemblokiran Situs Radikal oleh Kominfo
Loading...

Comments