Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Perdagangan Online

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Perdagangan Online

Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Perdagangan Online

KEPONEWS.COM - Pelemahan Rupiah Tak Pengaruhi Perdagangan Online NUSA DUA - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) ternyata tak mempengaruhi transaksi jual beli di pasar online dalam negeri. Salah satunya e-commerce Shopee. Head of Governm...


NUSA DUA - Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) ternyata tak mempengaruhi transaksi jual beli di pasar online dalam negeri. Salah satunya e-commerce Shopee.

Head of Government Relations Shopee Indonesia Radityo Triatmojo menyatakan, transaksi di platform asal Singapura ini menunjukkan pertumbuhan transaksi secara berkelanjutan.

"Ternyata transaksi kita tetap tumbuh, permintaan juga tetap tumbuh. Jadi, tidak kami bisa bilang pasar online tidak terpengaruh," ujar Radityo dalam wawancara terbatas pada event World Conference Creative Economy di Hotel Courtyard, Nusa Dua, Bali, Kamis (8/11/2018).

Redam Dolar AS, Rupiah Kembali Menguat ke Rp14.539/USD

Shoppe bahkan menargetkan pertumbuhan order atau pembelian di tahun ini akan lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan order tiap tahun rata-rata tumbuh 5 kali lipat. Tahun ini juga diperkirakan bisa tumbuh lima kali lipat dari tahun sebelumnya," katanya.

Menurutnya, alasan dibalik tidak terpengaruhnya pasar online terhadap penguatan dolar AS adalah transaksi jual beli yang memakai Rupiah.

"Jadi, jual belinya pakai Rupiah, kemudian semua karyawan juga merupakan orang Indonesia yang digajinya pakai Rupiah," jelas dia.

Selain itu, sebagian besar produk yang diperjual belikan di Shopee, terutama oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan buatan dalam negeri yang bahan bakunya juga berasal dari Indonesia.

Rupiah Pagi Ini Melemah 77,5 Poin ke Rp14.667

Produk-produk UMKM tersebut dikampanyekan dalam program 'Kreasi Nusantara'. Kampanye produk lokal yang diluncurkan semenjak Februari 2018 lalu ini merupakan cara Shopee untuk mempromosikan UMKM asal Indonesia sehingga mempunyai tempat memasarkan produknya lebih luas.

Pertumbuhan order per hari melalui kampanye ini meningkat hingga 10 kali lipat dibandingkan saat peluncuran. Maka diperkirakan kampanye ini bisa mencapai di atas 5.000 order per harinya.

"Kita masih yakin bisa tumbuh lebih banyak lagi," kata Radityo.

Di Shopee sendiri, kata dia, jenis produk yang paling laku dijual ialah fashion. Di mana 80% di dalamnya merupakan milik UMKM.

(Feb)

(rhs)

Comments