Pasca-Referendum Kemerdekaan, Beberapa Maskapai Mulai Hentikan Penerbangan ke Kurdi

Internasional

News / Internasional

Pasca-Referendum Kemerdekaan, Beberapa Maskapai Mulai Hentikan Penerbangan ke Kurdi

Pasca-Referendum Kemerdekaan, Beberapa Maskapai Mulai Hentikan Penerbangan ke Kurdi

KEPONEWS.COM - Pasca-Referendum Kemerdekaan, Beberapa Maskapai Mulai Hentikan Penerbangan ke Kurdi ERBIL Terkait seruan Pemerintah Irak yang menyarankan negara lain agar tidak menyediakan penerbangan ke Erbil, Kurdi, maskapai berbasis di Dubai, Flydubai, untuk sementara menangguhkan penerban...
Loading...

ERBIL Terkait seruan Pemerintah Irak yang menyarankan negara lain agar tidak menyediakan penerbangan ke Erbil, Kurdi, maskapai berbasis di Dubai, Flydubai, untuk sementara menangguhkan penerbangannya ke Erbil, sesuai dengan permintaan pemerintah Irak setelah referendum kemerdekaan Kurdi.

Peraturan tersebut diberlakukan mulai 30 September. Penerbangan yang akan ditangguhkan yaitu perjalanan menuju kota utama di Kurdi. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara Flydubai.

BERITA REKOMENDASI

Tak hanya Flydubai, Atlas dan Pegasus milik Turkish Airlines, yang memberikan penerbangan menuju Kurdistan Irak, juga akan menghentikan penerbangan mereka. Hal tersebut telah resmi disampaikan oleh konsulat Turki di Erbil.

Pasca-Referendum Kemerdekaan, Pemerintah Irak Ancam Lakukan Embargo Bandara di Kurdi

Maskapai milik Lebanon, Middle East Airlines, juga akan menghentikan penerbangan ke dan dari Erbil mulai 30 September. Sementara EgyptAir mengumumkan bahwa maskapainya juga akan menghentikan penerbangan menuju Erbil hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Menteri Transportasi Pemerintah Regional Kurdistan (KRG), Mawloud Bawah Murad, mengungkapkan kekesalannya akan perbuatan Pemerintah Irak. Kekesalannya tersebut ia sampaikan ketika konferensi pers di Erbil.

"Bandara Erbil dan Sulaimaniyah dibuat dari anggaran pemerintah Kurdistan. Kami ingin klarifikasi yang detail dari Pemerintah Irak mengenai seruannya untuk menyerahkan kedua bandara tersebut, karena kami tidak mengerti bagaimana memberikan dua bandara tersebut, ketika dua bandara tersebut sudah tunduk pada Otoritas Penerbangan Sipil Irak," kata Murad, dilansir dari The National, Kamis (28/9/2017).

Referendum Kurdi, 92% Pemilih Inginkan Merdeka dari Irak

Sekadar diketahui, diwartakan The Guardian, hasil referendum kian menguatkan kebahagiaan tersebut. Mereka yang menghendaki untuk merdeka meraih kemenangan telak. Lebih dari 92% pemilih di Kurdistan Irak menyatakan dukungan terhadap kemerdekaan.

Menurut laporan BBC, suara mutlak itu diperoleh dari total 3,3 juta pemilih baik yang berlatar belakang suku Kurdi maupun non-Kurdi. Sebanyak 2.861.000 pemilih menyatakan ya untuk kemerdekaan dan hanya 224.000 yang menyatakan tidak .

Hasil referendum tersebut diumumkan setelah parlemen Irak memberikan mandat bagi Perdana Menteri (PM) Haider al Tak pernah mati untuk mengirim tentara ke area-area yang terjadi sengketa wilayah antara suku Arab dengan Kurdi. Tak pernah mati sendiri bersikeras tidak akan mau berdialog mengenai hasil referendum yang disebutnya inkonstitusional tersebut dengan para pejabat KRG.

(pai)

(rfa)

Pasca-Referendum Kemerdekaan, Beberapa Maskapai Mulai Hentikan Penerbangan ke Kurdi

Comments