Panen Raya, Ekspor Manggis dari Purwakarta Ditarget Naik 50.000 Ton

Ekonomi & Bisnis

News / Ekonomi & Bisnis

Panen Raya, Ekspor Manggis dari Purwakarta Ditarget Naik 50.000 Ton

Panen Raya, Ekspor Manggis dari Purwakarta Ditarget Naik 50.000 Ton

KEPONEWS.COM - Panen Raya, Ekspor Manggis dari Purwakarta Ditarget Naik 50.000 Ton PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta menargetkan bisa mengekspor manggis sebanyak 50.000 ton pada musim panen raya di akhir tahun ini. Peluang ekspor ke negara Asean dan China masih terbuka lebar. Kepala Di...
Loading...

PURWAKARTA - Pemkab Purwakarta menargetkan bisa mengekspor manggis sebanyak 50.000 ton pada musim panen raya di akhir tahun ini. Peluang ekspor ke negara Asean dan China masih terbuka lebar.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta Agus Rachlan Suherlan mengatakan, semenjak dua tahun terakhir, komoditi unggulan Purwakarta, adalah manggis sudah bisa ekspor ke sejumlah negara. Akan tetapi, ekspor manggis ini diakumulasikan baru mencapai 30.000 ton.

Sasaran Ekspor Laut Tahun Depan Naik, Intip Produk-Produk Andalannya

"Eskpor untuk manggis ini, unlimited. Makanya, pada musim panen akhir tahun ini, kita targetkan ekspornya meningkat," ujar Agus kepada Okezone, Senin (2/12/2019).

Manggis

Menurut Agus, luas perkebunan manggis di wilayahnya mencapai 1.500 hektare. Adapun rata-rata produksinya, mencapai 47 ton per hektare. Wilayah yang jadi pusat manggis ini, adalah Kecamatan Wanayasa, Kiarapedes, Bojong, dan Darangdan.

Dengan tingginya permintaan manggis dari pasar luar negeri ini, lanjut Agus, merupakan angin segar bagi para petani. Alasannya adalah, petani didorong untuk meningkatkan kualitas produknya, supaya bisa sesuai dengan standar pasar eskpor.

Diminati Dunia, Umbi Porang Diekspor dengan Nilai Rp1,2 Miliar!

"Selain mendorong dalam hal peningkatan kualitas, kami juga berupaya mengedukasi petani, supaya lebih fokus lagi pada budidaya manggisnya," ujar Agus.

Salah satu upayanya, adalah dengan memberikan bimbingan mengenai good agricultural practice (GAP) dan standard operational procedure (SOP) kepada para petani. Sedangkan, dari sisi kuantitas sendiri, pihaknya mendorong produktivitasnya terus meningkat. Sehingga, kebutuhan domestik maupun ekspor bisa tetap terpenuhi.

Selanjutnya

Comments