Pabrik Mobil Keroyokan Basmi Virus Corona

Otomotif

News / Otomotif

Pabrik Mobil Keroyokan Basmi Virus Corona

Pabrik Mobil Keroyokan Basmi Virus Corona

KEPONEWS.COM - Pabrik Mobil Keroyokan Basmi Virus Corona ReutersManufaktur mobil menanggapi seruan dari banyak sekali pemerintah untuk membantu membuat `ventilator` (alat bantu napas) dan masker bedah sebagai bantuan selama pandemi virus corona. Semenjak Se...
Loading...

Fiat

Reuters

Manufaktur mobil menanggapi seruan dari banyak sekali pemerintah untuk membantu membuat `ventilator` (alat bantu napas) dan masker bedah sebagai bantuan selama pandemi virus corona.

Semenjak Senin (23/03), Fiat mulai mengalihfungsikan salah satu pabrik mobil miliknya di China untuk memproduksi sekitar satu juta masker beda dalam satu bulan.

Perusahaan manufaktur mobil itu bertujuan untuk memulai produksi dalam waktu beberapa minggu mendatang, tulis ketua pelaksana Mike Manley melalui surel.

Perusahaan mobil besar lainnya sedang mencari cara agar dapat mengalihkan produksi untuk membuat ventilator.

General Motors, Ford, dan Tesla di Amerika Serikat telah berjanji akan memberi bantuan dengan memberikan sumber daya untuk memproduksi ventilator, beserta produsen mobil Jepang Nissan and tim Formula 1 di Inggris.

Pabrik mobil besar di AS, Eropa dan Asia telah menghentikan produksi demi mencegah penyebaran coronavirus.

Tetapi mereka berjanji untuk membantu membuat ventilator dan peralatan medis penting lainnya.

Presiden AS Donald Trump dalam cuitan pada hari Minggu: "Ford, General Motors, dan Tesla diberi kesempatan untuk membuat ventilator dan produk logam lainnya, CEPAT! Silahkan melaju pada eksekutif mobil, mari kita lihat seberapa baik Kamu?"

Langkah produksi itu menyusul keputusan Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) yang memudahkan proses persetujuan pembuatan perangkat medis demi membantu mempercepat produksi ventilator.

"Pembuat perangkat medis dapat dengan lebih mudah melakukan perubahan pada produk yang ada, seperti perubahan pemasok atau bahan, untuk membantu mengatasi keterbatasan manufaktur saat ini atau kekurangan pasokan," kata Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Alex Azar dalam sebuah pernyataan.

"Pabrikan lain, seperti pembuat mobil, dapat lebih mudah mengalihfungsikan proses produksi untuk membantu meningkatkan pasokan."

Namun demikian, para pakar mengingatkan bahwa manufaktur mobil mungkin akan mengalami kesulitan dalam mengubah produksi.

Pangeran Charles.

Putra Ratu Inggris, Pangeran Charles Positif Virus Corona COVID-19

Social Distancing

Pemerintah: Social Distancing Tak Hanya di Luar tapi Juga Dalam Rumah

Hilal Bulan Syaban.

Di Tengah Wabah Corona, Hilal Bulan Syaban Terlihat Muncul di Ambon

Duel Singapore Premier League 2020

Singapura Jadi Liga Terakhir di ASEAN yang Disetop karena Corona

Ilustrasi

Perawat Pasien Corona Nekat Bunuh Diri di Rumah Sakit

Pemain Ajax, Hakim Ziyech dan Noussair Mazraoui.

Virus Corona Ganggu Transfer Pemain, Chelsea dan Ajax Wajib Bicara

Jens Hallek, kepala produsen ventilator Hamilton Medical, mengatakan kepada Wired bahan dan komponen yang diharapkan untuk membangun ventilator ialah "sangat spesifik" dan membutuhkan "keahlian khusus".

"Ini ialah mesin yang sangat sensitif dengan tidak hanya banyak mempunyai perangkat keras, tetapi juga banyak perangkat lunak. Bila salah satu komponen tidak bekerja dengan benar, seluruh mesin akan mati dan tidak dapat digunakan lagi," katanya.

Mantan pejabat Departemen Pertahanan AS mengatakan kepada Washington Post bahwa perlu lebih dari setahun bagi pembuat mobil atau pabrik dirgantara untuk mulai membuat ventilator.

Sementara itu, pemimpin Tesla Elon Musk mengatakan dia telah membeli 1.255 ventilator dari China dan mengirimnya ke Los Angeles.

https://twitter.com/elonmusk/status/1242279396226011137

`Sepenuhnya fokus`

Pekan lalu, tim Formula 1 di Inggris mengatakan mereka berharap menemukan "hasil nyata dalam beberapa hari ke depan" untuk membantu meningkatkan pasokan peralatan medis.

Sambil bekerja dengan pemerintah dan otoritas kesehatan, F1 mengatakan mempunyai ahli dalam desain, teknologi, dan kemampuan produksi yang dapat membantu.

Nissan ialah bagian dari konsorsium, termasuk perusahaan mobil sport McLaren dan perusahaan aerospace Meggitt, yang tengah bekerja untuk mengembangkan ventilator baru.

"Kami sepenuhnya fokus pada proyek ini," kata McLaren dalam sebuah pernyataan, sambil mengingatkan soal "waktu yang terbatas dan skala tantangan" yang mereka hadapi".

Miliarder India Anand Mahindra mengatakan perusahaannya, The Mahindra Group, akan segera mulai bekerja untuk mengeksplorasi bagaimana pabriknya dapat membuat ventilator.

Konglomerat itu merupakan pembuat traktor terbesar di dunia dan produsen kendaraan listrik terbesar di India, menurut situs webnya.

Comments