Orang Tua Kecanduan Gadget, Ini Dampak Negatifnya pada Anak

Lifestyle & Fashion

Life & Style / Lifestyle & Fashion

Orang Tua Kecanduan Gadget, Ini Dampak Negatifnya pada Anak

Orang Tua Kecanduan Gadget, Ini Dampak Negatifnya pada Anak

KEPONEWS.COM - Orang Tua Kecanduan Gadget, Ini Dampak Negatifnya pada Anak Saya sering memikirkan perihal panggilan telepon atau pesan yang mungkin saya terima di ponsel saat tidak memegang ponsel. Saya merasa terlalu sering memakai ponsel. Hasilnya, lebih dari sepa...

Saya sering memikirkan perihal panggilan telepon atau pesan yang mungkin saya terima di ponsel saat tidak memegang ponsel.

Saya merasa terlalu sering memakai ponsel.

Hasilnya, lebih dari separuh responden mengiakan ketiga pertanyaan di atas. Rata-rata ayah dan ibu mempunyai dua jenis gawai, yang mengganggu interaksi dengan anak setidaknya tiga kali sehari. Entah karena sibuk membalas pesan atau membuka sosmed di ponsel, menonton televisi, atau sibuk dengan laptop, orang tua pernah mengabaikan perkataan atau keinginan anak.

Di sisi lain, mari kita tengok hasil penelitian perihal dampak penggunaan gawai oleh orang tua terhadap anak yang digagas perusahaan peranti lunak AVG Technologies yang berkantor di Eropa, Israel, Amerika Utara, dan Brasil. Dalam studi terhadap 6 ribu anak berusia 8-13 tahun dari Brasil, Australia, Kanada, Prancis, Inggris, Jerman, Republik Ceko hingga AS pada 2015 lalu, 32 persen anak merasa diri mereka tidak penting, ketika ayah dan ibu terlalu fokus ke ponsel. Anak-anak mengeluhkan harus bersaing dengan teknologi demi menarik perhatian orang tua. Lebih lanjut lagi, 54 persen anak berpikir orang tua mereka menghabiskan terlalu banyak waktu dengan ponsel.

Technoference

Kondisi ketika gawai menjauhkan jarak dua orang yang dekat disebut technoference. Masih dalam studi Universitas Pennsylvania, 40 persen ibu dan 32 persen ayah mengakui penggunaan teknologi digital berkaitan dengan munculnya technoference dengan anak mereka. Hanya 11 persen orang tua yang menyatakan bahwa technoference tidak terjadi.

Technoference merupakan cikal bakal munculnya masalah perilaku pada anak. Ada dua jenis gangguan perilaku yang kemungkinan dialami anak yang menjadi korban technoference. Pertama, gangguan eksternal atau penyimpangan perilaku yang diekspresikan dengan perilaku proaktif seperti hiperaktif, tidak bisa duduk diam dalam waktu lama, mudah frustrasi, mudah mengalami tantrum atau berperangai pemarah, dan suka mencari perhatian orang lain. Kedua, gangguan perilaku anak internal yang menyerang sifat atau pembawaan anak. Biasanya gangguan ini berupa sifat anak yang mudah merajuk, merengek, dan gampang bersedih.

Ini sebabnya, Tony Anscombe, salah satu perwakilan AVG Technologies, mengajak orang tua agar lebih bijak dalam memakai gawai terutama di rumah. Dengan kondisi anak-anak mulai memakai ponsel di usia yang semakin muda, penting bagi kami (orang tua) untuk mencontohkan kebiasaan baik di rumah, kata Anscombe. Memang sulit menjauh dari gawai di rumah, tapi karena banyak orang tua mengatakan kepada kami bahwa mereka berharap anak-anak lebih sedikit memakai gawai, mereka harus memberi contoh dan menyadari bagaimana perilaku mereka mungkin memengaruhi perasaan anak. Jadi, sebelum mencegah anak kecanduan gawai, sebaiknya orang tua instrospeksi, apakah penggunaan gawai mereka sudah dalam porsi pas?

(riz)

Rekomendasi

Orang Tua Kecanduan Gadget, Ini Dampak Negatifnya pada Anak

Comments