Oknum Polisi Keciduk Judi Sabung Ayam, Ibu Aniaya Anak hingga Tewas

Spots & Destinasi

Travel / Spots & Destinasi

Oknum Polisi Keciduk Judi Sabung Ayam, Ibu Aniaya Anak hingga Tewas

Oknum Polisi Keciduk Judi Sabung Ayam, Ibu Aniaya Anak hingga Tewas

KEPONEWS.COM - Oknum Polisi Keciduk Judi Sabung Ayam, Ibu Aniaya Anak hingga Tewas Heboh seorang polisi terekam kamera saat ikut judi sabung ayam jadi perhatian pembaca News VIVA, Selasa, 15 September 2020. Gosip itu menjadi yang terpopuler. Berita terpopuler kedua merupakan kisah...

Heboh seorang polisi terekam kamera saat ikut judi sabung ayam jadi perhatian pembaca News VIVA, Selasa, 15 September 2020. Gosip itu menjadi yang terpopuler.

Berita terpopuler kedua merupakan kisah seorang ibu yang tega menganiaya anaknya sendiri hingga tewas. Padahal, sang anak masih duduk di bangku kelas 1 SD.

Tak kalah heboh, aksi para sepeda yang masuk tol Jagorawi pun jadi sorotan pembaca VIVA. Berita mengenai hal tersebut jadi terpopuler ketiga.

Sementara itu, gosip terpopuler keempat merupakan komentar Dahlan Iskan soal PHK besar-besaran Singapore Airlines. Kemudian terpopuler kelima yaitu soal Front Pembela Islam atau FPI yang turunkan laskarnya, agar kejadian penusukan ulama seperti Syekh Ali Jaber tak terulang lagi.

1. Oknum Polisi Terekam Kamera Ikut Judi Sabung Ayam

Sabung ayam.

Seorang oknum polisi kedapatan tengah ikut judi sabung ayam. Lokasi judi sabung ayam di Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur, berada tak jauh dari markas kepolisian setempat.

Seorang warga yang hampir tiap hari datang ke situ memberikan bahwa tempat tersebut milik seorang warga dan ditarik bayaran setiap kali main.

Baca selengkapnya

2. Sadis, Ibu Aniaya Anaknya Kelas 1 SD hingga Tewas Saat Belajar Daring

Ilustrasi kekerasan dalam keluarga.

Warga Desa Cipalabuh, Kecamatan Cijaku, Kabupaten Lebak, Banten, digegerkan dengan penemuan jenazah anak kecil berinisial KS (8 tahun). Dia dikubur di TPU Gunung Keneng dengan pakaian lengkap.

Ternyata korban yang masih duduk di kelas 1 SD itu meninggal dunia usai dianiaya oleh Ibunya, LH (26). Pelaku tega membunuh putrinya lantaran kesal sang anak sulit mendapatkan pembelajaran saat belajar daring (online)

"Pelaku ini memukul lebih dari lima kali, tanggal 26 Agustus pagi, sekitar pukul 09.00 wib. Dari pengakuan pelaku (korban) lagi daring dengan sekolah," kata Kasatreskrim Polres Lebak, AKP David Adhi Kusuma, kepada awak media di kantornya, Selasa, 15 September 2020.

Baca selengkapnya

3. Pengakuan Pesepeda Masuk Tol Jagorawi: Kami Capek, Enggak Tahu Arah

Rombongan pesepeda masuk tol Jagorawi arah Bogor

Salah satu pesepeda yang masuk jalan Tol Jagorawi akhir pekan lalu, Sutrisno, membeberkan bagaimana bisa dia dan beberapa temannya sampai bersepeda di dalam jalur khusus kendaraan roda empat atau lebih itu.

Saat kejadian, dia beserta rombongan temannya itu bertolak dari Kopi Daong di Caringin, Bogor, Jawa Barat hendak pulang. Saat menuju Kopi Daong, Sutrisno bersama teman-temannya melalui jalan yang benar adalah lewat perkampungan di samping rest area.

"Saya beserta teman-teman, kami start dari rest area menuju Gadog arah ke Ciawi. Daerah Kopi Daong," ucap dia dalam video yang dibagikan oleh Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Jagorawi Korps Lalu Lintas Polri, Komisaris Polisi Fitrisia Kamila kepada wartawan, Selasa, 15 September 2020.

Baca selengkapnya

4. Singapore Airlines PHK Ribuan Pegawai, Dahlan: Kecil Tak Selalu Cantik

Singapore Airlines Boeing 777

Singapore Airlines dikabarkan sedang berdarah-darah . Maskapai asal Singapura itu akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran karena pandemi COVID-19.

Menurut surat CEO Singapore Airlines, Choon Phong, akan ada 4.300 posisi yang dikurangi dari seluruh grup perusahaan. Perusahaan juga membekukan penerimaan karyawan baru mulai tahun ini karena usaha yang anjlok.

Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menuturkan jabatan CEO di saat pandemi ini memang identik dengan kepusingan. Bahkan terjadi di perusahaan yang dulu begitu tinggi gengsinya seperti Singapore Airlines.

Baca selengkapnya

5. Tak Ingin Kejadian Syekh Ali Jaber Terulang, FPI Turunkan Laskarnya

Syekh Ali Jaber

Kasus penusukan terhadap Syekh Ali Jaber di Bandar Lampung pada Minggu, 13 September 2020, mengundang sorotan banyak pihak, termasuk ormas Islam. Insiden ini mengancam keselamatan ulama yang berdakwah.

Salah satu ormas yang menaruh perhatian besar ialah Front Pembela Islam (FPI). Sekretaris Umum FPI, Munarman, memerintahkan kepada Komando Laskar Islam untuk menjaga dan mengawal semua ulama di Indonesia agar aksi penganiayaan, seperti yang dialami Syekh Ali Jaber, tidak terjadi lagi kepada para ulama lainnya.

Saya serukan kepada seluruh Komando Laskar Islam untuk melaksanakan protokol pengamanan terhadap semua ulama istiqomah, baik pengamanan di rumah kediaman maupun saat para ulama melakukan safari dakwah, kata Munarman melalui keterangan yang diterima VIVA pada Selasa, 15 September 2020.

Baca selengkapnya

(ase)

Comments