Obesitas Mulai Ancam Peradaban Manusia

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Obesitas Mulai Ancam Peradaban Manusia

Obesitas Mulai Ancam Peradaban Manusia

KEPONEWS.COM - Obesitas Mulai Ancam Peradaban Manusia RUPANYA peradaban manusia pernah terancam oleh kelaparan, perang, dan infeksi yang berhasil diatasi pada abad ke-20. Namun saat ini ancaman yang mengintai manusia ialah obesitas karena kelebihan makan...

RUPANYA peradaban manusia pernah terancam oleh kelaparan, perang, dan infeksi yang berhasil diatasi pada abad ke-20. Namun saat ini ancaman yang mengintai manusia ialah obesitas karena kelebihan makanan. Hal ini diungkapkan Dokter Spesialis Bedah Saraf Ryu Hasan.

"Sekarang ancaman kita justru kelebihan makanan. Orang gembrot, obesitas ialah masalah peradaban ke depan," kata Ryu belum lama ini.

obesitas

Ryu memaparkan, infeksi sekitar satu abad lalu pernah memusnahkan 120 juta manusia. Tapi ketika pandemi Covid-19 menyebar ke seluruh bumi, sebanyak empat juta orang meninggal dunia.

"Namun sekarang tidak ada lagi kelaparan yang mengurangi jumlah populasi dunia," kata dia.

Dia berpendapat, obesitas merupakan problem global dan menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia semenjak 2000. Dari sekian negara yang menyadari bahaya obesitas, hanya Jepang negara yang paling serius menangani obesitas.

"Jepang punya undang-undang anti gembrot semenjak 2008," kata Ryu. Mereka menerapkan batas ukuran lingkar pinggang pada laki-laki 84,3 cm dan perempuan 81.3 untuk menentukan seseorang terkena aturan obesitas atau tidak.

Ketika awal diterapkan, orang Jepang belum terlalu menyadarinya. Penyakit karena obesitas masih banyak menimpa masyarakat. Namun, angka obesitas menurun ketika pemerintah menerapkan denda terhadap perusahaan punya karyawan obesitas.

"Setelah diberlakukan denda dalam dua tahun semenjak diundangkan, menurunkan angka kesakitan dan biaya kesehatan yang dikeluarkan," katanya.

Orang obesitas biasanya mudah terserang penyakit seperti diabetes hingga jantung. Ada paradoks bila melihat perilaku manusia mengenai obesitas. Manusia punya gen tidak bisa berhenti makan yang menolong manusia saat mempertahankan hidup.

"Orang yang tidak punya gen tidak bisa berhenti makan, punya peluang hidup lebih tinggi," katanya. Pada akhirnya manusia yang bertahan ialah manusia yang tidak punya gen tidak bisa berhenti makan.

"Ini memberikan keuntungan pada saat sumber daya terbatas," kata Ryu.

(DRM)

Comments