Obati Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Apakah Itu?

Kesehatan

Life & Style / Kesehatan

Obati Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Apakah Itu?

Obati Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Apakah Itu?

KEPONEWS.COM - Obati Obesitas dengan Operasi Bariatrik, Apakah Itu? GAYA hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik memicu timbulnya banyak sekali masalah kesehatan dan gangguan metabolik seperti obesitas. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan s...
Loading...

GAYA hidup tidak sehat dan kurangnya aktivitas fisik memicu timbulnya banyak sekali masalah kesehatan dan gangguan metabolik seperti obesitas. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan sebanyak 21,8 persen penduduk dewasa di Indonesia yang berusia di atas 18 tahun mengalami obesitas. Angka ini mengalami peningkatan bila dibanding tahun 2013. Sejumlah penelitian telah mengungkapkan obesitas berkaitan dengan penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes, stroke, serangan jantung, dan penyakit kardiovaskular.

Melihat data yang ada, tentu diharapkan penanganan yang tepat dan menyeluruh dalam mencegah obesitas. Salah satu penyebab obesitas merupakan makan berlebih. Oleh karenanya banyak yang mencoba melakukan diet agar berat badan menurun. Tetapi tidak semuanya berhasil melakukan cara tersebut.

Seiring perkembangan teknologi, saat ini, sudah terdapat metode Bariatrik. Metode ini dapat memperpanjang usia seseorang, karena obesitas dikatakan dapat menurunkan angka harapan hidup seseorang. Menurut Dr.dr. Peter Ian Limas, Sp. B-KBD, seseorang dikatakan obesitas apabila Indeks Massa Tubuh (IMT) di atas normal.

5 TKI Cantik Ini Bikin Pria Nyesel Gak Buru-Buru Nikahin

Pria Ini Nyaris Meninggal saat Bersihkan Indera pendengaran Pakai Cotton Bud, Kenapa?

Apabila IMT seseorang di atas 37,5 dan 32,5 dengan diabetes atau hipertensi, maka dia bisa melakukan Bariatrik untuk menurunkan berat badan, ujar dr.Peter saat ditemui Okezone dalam acara konferensi pers Bariatrik, Komitmen Untuk Hidup Sehat Sepanjang Usia , Kamis (14/3/2019) di Jakarta.

Hasil gambar untuk bariatrik

Untuk melakukan operasi Bariatrik dilakukan serangkaian pemeriksaan, seperti memeriksa kerongkongan apakah dalam keadaan baik atau tidak. Setelah itu, pasien bertemu dokter jantung, dokter penyakit dalam, dan dokter gizi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini bertujuan untuk melihat penyakit lain yang mungkin diderita pasien.

Setelah pemeriksaan selesai dilakukan, tahap selanjutnya merupakan pasien diminta untuk diet dalam jangka waktu 10 hari karena diet berpengaruh bagi kelancaran operasi. Operasi dilakukan di bawah liver dekat hati. Kalau liver terlihat besar seperti bantal, maka dokter perlu berhati-hati dalam melakukan operasi. Tetapi bila bentuk liver bagus, maka proses operasi akan lancar dan berhasil.

Untuk diet biasanya hanya minum susu, dan kalori 800-1000 setengah dari apa yang dimakan, seperti puasa. Kalau pasien terlihat berbohong saat diet, itu akan kelihatan dari bentuk livernya, pungkas dr.Peter.

(ndr)

Loading...
Loading...

Comments